Berita Solo Terbaru

Awal Mula Ide Revitalisasi Lokananta, Erick Thohir Sebut dari Wali Kota Solo Gibran

Erick Thohir mengungkapkan, adanya ide revitalisasi Lokananta datang dari Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka.

TribunSolo.com/Ahmad Syarifudin
Suasana sarasehan dan penandatanganan saat Lokananta Reload. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan ide revitalisasi Lokananta berawal dari ide Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka.

Hal ini ia sampaikan dalam sarasehan di sela konser musik Lokananta Reload, Minggu (27/11/2022).

"Kalau ini Mas Wali bicara sama saya Lokananta sebagai aset sejarah bangsa Indonesia kalau bisa dimanfaatkan untuk komunitas. Waktu itu saya panggil Pak Wisnutama. Bagaimana ini menjadi manfaat untuk industri kreatif Solo," jelas Erick.

Ia pun ingat sebelum revitalisasi tanah lapang di depan Lokananta dimanfaatkan untuk Futsal.

Erick ingin mengembalikan fungsinya seperti semula.

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka menambahkan, agar musisi bisa memanfaatkan dengan baik adanya lokananta.

"Ini yang mengisi kalian. Tidak hanya jadi penonton. Di bawah musisi yang legendaris seperti Waldjinah akan hidup terus. Harus on track jadi creative hub untuk musisi," jelas Gibran.

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka bersama Menteri BUMN Erick Thohir mengunjungi stand UMKM Lokananta Reload sekitar pukul 19.00 WIB.

Baca juga: Lokananta Reload di Solo, Padi hingga Efek Rumah Kaca Tampil Hibur Penonton

Sekitar pukul 19.21 WIB diputar lagu Indonesia Raya dan Padamu Negeri yang direkam pertama kali di studio Lokananta.

Sebelum konser dilanjutkan, diadakan sarasehan.

Moderator, Candra Darusman menjelaskan, 19 Oktober 1956 seorang putra Solo membangun ini semua.

"Pak Raden Maladi yang menciptakan Di Bawah Sinar Bulan Purnama. Semoga ke depan dapat melanjutkan legacy beliau," terangnya.

Dalam sarasehan ini menghadirkan Menteri BUMN Erick Thohir, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka, dan Waldjinah.

Setelah sarasehan, diadakan pula penandatanganan antara pengelola dan musisi.

Waldjinah pun teringat pertama kali saat rekaman bersama Gesang.

"Waktu saya dulu masih mono dua track. Saya ikut terus. Pertama saya rekaman di sini Kembang Kacang sama Pak Gesang," jelasnya.

Ia bahkan harus pakai dingklik agar mic sampai.

"Waktu saya rekaman pertama karena daya bersama Pak Gesang masih kecil baru 11 tahun. Dadine kurang tinggi tidak sampai sama micnya. Saya dicarikan dingklik ancik-ancik," jelasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved