Berita Boyolali Terbaru

Harga Kedelai di Boyolali Tembus Rp 14.200, Harga Tahu dan Tempe Ancang-ancang Merangkak Naik

Emak-emak jangan kaget, jika harga tahu dan tempe naik. Sebab, harga kedelai bahan baku pembuatan tahu dan tempe terus melejit.

Penulis: Tri Widodo | Editor: Adi Surya Samodra
TribunSolo.com / Erlangga Bima
ILUSTRASI : Seorang perajin tahu saat menunjukkan kedelai yang digunakan sebagai bahan baku. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Emak-emak jangan kaget, jika harga tahu dan tempe naik.

Sebab, harga kedelai bahan baku pembuatan tahu dan tempe terus melejit.

Sebelumnya,  harga kedelai berkisar Rp 12 ribu/kg, lalu naik jadi Rp 13 ribu/kg.

Saat ini, harga kedelai sudah tembus Rp 14.200/kg.

Sri Yanto salah satu produsen tahu di Urut Sewu, Kecamatan Ampel, mengaku awalnya beranggapan jika harga kedelai Rp 13 ribu/kg itu sudah yang paling tinggi.

Baca juga: Versi Buruh, UMK Boyolali 2023 Rp 3 Juta Sesuai Survei Kebutuhan Hidup Layak Riil

Baca juga: Kebutuhan Kedelai Boyolali Tinggi, Bisa Tembus 17 Ribu Ton Lebih, Butuh Lahan Tanam 9 Ribu Hektare

Sebab, harga kedelai terus-terusan mengalami kenaikan dari semula Rp 10 ribu/kg lalu Rp 12 dan terakhir Rp 13 ribu.

Ternyata dia salah. Harga kedelai belum mencapai puncaknya. 

“Saat ini malah harganya naik lagi. Saya dapat di harga  jadi Rp 14.200/kg,” ungkapnya, kepada TribunSolo.com, Minggu (27/11/2022). 

Harga bahan baku yang melejit itu membuatnya tak bisa berbuat banyak kecuali dengan menaikkan harga jual. 

Dia pun sadar jika langkahnya itu nanti bakal mengudang komplain dari pelanggan. 

"Harga kami naikkan. Tapi ukurannya saya kembalikan seperti semula," jelasnya.

Dia mengaku sebelumnya sempat mengakali kenaikan harga kedelai.

Saat awal-awal naiknya harga kedelai saat itu, dia memperkecil ukuran tahu yang dia produksi dengan harga jual sama.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved