Berita Sukoharjo Terbaru

Sosok Sriyatun : Bikin PAUD 'Sukarela', Pagi Ngajar, Siang Jualan Nasi Hasilnya untuk Hidupi Sekolah

Sriyatun menjadi salah satu perempuan yang tanpa pamrih memajukan pendidikan melalui lingkungannya yang notabene kawasan pabrik.

TribunSolo.com/Asep Abdullah
Sriyatun sang pendiri Pos Pendidikan Anak Usai Dini (PAUD) Kantil XVII bersama anak bungsunya Hidayah di Dukuh Menggungan RT 02 RW X, Desa Telukan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Rumah tersebut sempat disulap menjadi sekolah saat awal merintis PAUD untuk anak-anak di lingkungan pabrik. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Asep Abdullah Rowi

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Bertahun-tahun mengabdikan hidupnya di dunia pendidikan, tak membuat Sriyatun lelah sedikit pun.

Langkahnya yang berat, mungkin tak semua perempuan bisa menjalani hari-hari di tengah tuntutan kehidupan.

Bagaimana tidak, biasanya setelah lulus dari perguruan tinggi , seorang anak muda lantas merantau atau mencari kerja di perusahaan besar demi mendapatkan pundi-pundi uang.

Penampakan Pos PAUD Kantil XVII yang belum lama menempati bangunan baru dan
Penampakan Pos PAUD Kantil XVII yang belum lama menempati bangunan baru dan mandiri di Dukuh Menggungan RT 02 RW X, Desa Telukan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Sebelumnya PAUD di rumah Sriyatun, tetapi baru 2021 bisa menempati tanah dan bangunan hasil hibah dari sang dermawan.

Tetapi tidak bagi Sriyatun, sarjana lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Surakarta (FE UMS) itu.

Perempuan kelahiran Kabupaten Sukoharjo, 10 Februari 1985 itu, justru terpanggil untuk mendidik anak-anak di lingkungannya yang merupakan kawasan pabrik.

Saat masuk kampung, bangunan menjulang tinggi dan besar-besar sudah dijumpai.

Itulah pabrik-pabrik yang berada di lingkunganya.

"Tahun 2013 saja memulai. Awalnya dari Posyandu (saya ngajar di sana) kemudian saya 'hibahkan' ruang tamu dan teras rumah jadi sekolah," kata dia kepada TribunSolo.com, Senin (29/11/2022).

Ya, rumah yang ditempati bersama orangtuanya disulap menjadi Pos Pendidikan Anak Usai Dini (PAUD) Kantil XVII di Dukuh Menggungan RT 02 RW X, Desa Telukan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.

Baca juga: Sekolah PAUD hingga SMP di Karanganyar Kini Terapkan 5 Hari KBM, Libur Sabtu-Minggu  

Baca juga: Peringati Hari Guru, SGM Eksplor dan Alfamart Bangun Dua Gedung PAUD hingga Beri Bantuan untuk Guru

Di sanalah embrio PAUD berdiri sejak 2013 silam yang kemudian mendapatkan Surat Keputusan (SK) Pendirian: 411.3/4068/2015 dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan (Kemendikbud) kala itu.

"Saya izin orangtua gimana kalau rumah untuk lokasi mengajar anak-anak. Ya dizinkan dengan senang hati," aku dia mengenang perjuangan awal.

Maklum, menurut Atun sapaan akrabnya, di lingkungannya banyak anak-anak yang notabene usia emas 1-3 tahun hanya di rumah karena tak menjagkau PAUD.

Terlebih memasukkan anak ke PAUD pada umumnya dan biaya bulanan cukup mahal.

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved