Berita Sragen Terbaru

Alasan Warga Sragen Beli STB Usai TV Analog Disuntik Mati: Agar Bisa Lihat 16 Besar Piala Dunia 2022

Warga Kabupaten Sragen berbondong-bondong mendatangi toko elektronik terdekat untuk membeli Set Top Box (STB). 

TribunSolo.com/Septiana Ayu
Toko elektronik di Kabupaten Sragen yang dipenuhi dengan warga yang akan membeli Set Top Box setelah siaran TV analog dimatikan, Sabtu (3/12/2022).  

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari

TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Warga Kabupaten Sragen berbondong-bondong mendatangi toko elektronik terdekat untuk membeli Set Top Box (STB). 

Itu setelah siaran TV analog disuntik mati pemerintah.

Tampak, toko-toko elektronik yang ada di Kota Sragen dibanjiri pembeli STB sejak pagi seperti terjadi di Toko Serba Jaya Elektronik, Sabtu (3/12/2022).

Salah satu warga yang memburu STB ialah Pardi (57) warga Desa Srimulyo, Kecamatan Gondang, Kabupaten Sragen. 

Pardi ikut mengantre dengan pembeli lainnya, agar bisa membeli alat penangkap sinyal digital itu. 

Sebelumnya, ia sudah bertanya ke toko elektronik di Kecamatan Sambungmacan, namun harganya sudah mencapai Rp 350.000/unit.

"Sudah mencari ke Sambungmacan, harganya sudah Rp 350.000, kalau disini Rp 300.000," ujarnya saat ditemui TribunSolo.com.

Lanjutnya, saat siaran analog dimatikan, ia baru saja menonton siaran Piala Dunia 2022 yang disiarkan oleh salah satu stasiun televisi. 

Tak lama siaran Piala Dunia 2022 usai, semua siaran di televisinya langsung mati. 

Baca juga: Mayat Perempuan Ditemukan Tersangkut di Pintu Air Samping Lapas Sragen, Tetangga : Dua Minggu Hilang

Baca juga: Fenomena di Negeri Ini : Dulu Masker dan Minyak Diserbu, Kini STB, Agar TV Analog Bisa Hidup Kembali

"Tadi malam habis nonton bola, siarannya langsung hilang, jam 00.00 WIB langsung hilang," ujarnya. 

Ia pun keesokan harinya langsung membeli STB, meski harus menempuh jarak yang jauh hingga ke pusat Kota Sragen. 

Pardi terpaksa membeli STB karena jika bukan begitu, maka ia tidak bisa menyaksikan siaran televisi, termasuk siaran pertandingan 16 besar Piala Dunia 2022, meski dengan harga yang tidak murah lagi. 

"Beli STB ya tidak keberatan, harus beli (untuk nonton TV), ini juga karena program pemerintah, ya tidak bisa melawan," katanya. 

Warga lainnya, Joko Suripto mengatakan ia tidak bisa menonton TV sejak Sabtu (3/12/2022) pagi, padahal kemarin malam masih bisa menonton TV. 

"Tadi malam masih bisa, tadi pagi sudah tidak bisa, harus pakai set top box, mau tidak mau harus beli," katanya. 

Joko membeli STB tidak hanya karena ada siaran pertandingan 16 besar Piala Dunia 2022 saja. 

Melainkan, sudah menjadi kebiasaannya ketika hendak tidur, selalu ditemani dengan TV yang menyala. 

"(Beli STB untuk nonton bola?) Ya untuk semuanya, biasanya mau tidur kalau tidak lihat TV kayak gimana, sudah jadi kebiasaan," pungkasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved