Berita Solo Terbaru

Guru Besar Baru UNS Teliti Obat Kanker Baru dari Tanaman Nyamplung, Bisa Bunuh Sel Kanker

Obat-obatan seperti kemoterapi dinilai memiliki banyak kelemahan diantaranya toksisitas yang tinggi terhadap sel normal dan efek samping.

TribunSolo.com/Eka Fitriani
Prof. Dr. Triana Kusumaningsih, S.Si. M.Si. dari prodi Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) yang akan dikukuhkan menjadi guru besar UNS 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Eka Fitriani

TRIBUNSOLO.COM, SOLO – Prof. Dr. Triana Kusumaningsih, S.Si. M.Si. dari prodi Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) akan dikukuhkan sebagai guru besar UNS.

Pengukuhan itu akan dilakukan Rektor UNS, Prof. Dr. Jamal Wiwoho, S.H., M.Hum. di Auditorium G.P.H. Haryo Mataram UNS, Selasa (6/12/2022).

Prof. Dr. Triana Kusumaningsih, S.Si. M.Si. dikukuhkan sebagai guru besar Bidang Ilmu Kimia Organik dengan pidato pengukuhan berjudul Derivatisasi Floroglusional dari Genus Calophyllum dan Investigasinya sebagai Anti Kanker.

Anti kanker yang telah diteliti yakni Tanaman Nyamplung atau Calophyllum yang merupakan jenis pohon Bintangur untuk mengobati kanker.

Baca juga: UNS Tambah 4 Guru Besar Baru, Ada yang Teliti Hukum Agraria Hingga Temukan Anti Kanker Terbaru

Prof. Dr. Triana Kusumaningsih membeberkan bahwa sebanyak 70 persen pasien kanker di negara berkembang selama ini menggunakan radioterapi, kemoterapi, terapi hormone dan operasi pada umumnya untuk menangani penyakit tersebut.

Sedangkan kemoterapi paling banyak digunakan pasien untuk terapi.

Kemoterapi sendiri menggunakan bahan kimia untuk membunuh dari sel-sel kanker.

Namun, rupanya obat-obatan konvensional tersebut memiliki banyak kelemahan diantaranya toksisitas yang tinggi terhadap sel normal.

Tak hanya itu, bahkan dapat menimbulkan berbagai efek samping dan tentunya lebih mahal.

“Kita membutuhkan obat kemoterapi yang mempunyai tingkat efikasi dan selektivitas yang lebih baik,” kata guru besar baru UNS, Prof. Dr. Triana Kusumaningsih, S.Si. M.Si. dari prodi Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Senin (5/12/2022) siang.

“Hal tersebut karena lebih dari 80 persen obat aktif terinspirasi dari bahan alam/natural product, sedangkan Indonesia adalah negara Mega-biodiversity terbesar kedua setelah Brazil,” katanya.

Baca juga: Tiga Mahasiswa UNS Raih Juara Tiga Lomba Marketing Communication Tingkat Nasional

Sehingga eksplorasi pemanfaatan tanaman berkhasiat obat harusnya lebih masih dilakukan.

Prof. Dr. Triana Kusumaningsih menjadi salah satu guru besar yang berhasil memberikan sumbangsih lewat penelitian anti kanker dari tanaman nyamplung (Calophyllum).

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved