Berita Solo Terbaru

DPRD Kota Solo Soroti Penggunaan Trotoar di Ngarsopuro hingga Gatot Subroto: Jangan Dijadikan Parkir

DPRD Kota Solo menyoroti penggunaan trotoar untuk lokasi parkir dan membuka lapak. Kedepan, diharapkan hal ini bisa ditata lebih baik lagi.

TribunSolo.com/Ahmad Syarifudin
Ketua DPRD Kota Solo Budi Prasetyo menyoroti penggunaan trotoar di kawasan Ngarsopuro hingga Gatot Subroto. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Ketua DPRD Kota Solo Budi Prasetyo bersama para anggota Komisi III Bidang Pembangunan melakukan sidak pada Senin (5/12/2022).

Pihaknya menyoroti penggunaan trotoar di kawasan Ngarsopuro-Gatot Subroto yang sering disalahgunakan, salah satunya untuk parkir dan menggelar lapak.

Ia berharap agar ini tidak terjadi lagi ke depan.

"Pedestrian untuk pejalan kaki. Kalau untuk motor pasti rusak. Ini perlu edukasi ke masyarakat," terangnya saat ditemui usai sidak.

Saat ini trotoar yang berada di kawasan Ngarsopuro - Gatot Subroto menjadi lebih lebar dari sebelumnya.

Di sepanjang Jalan Diponegoro ada pepohonan yang cukup rindang dengan tempat duduk yang nyaman di sekitar trotoar.

Lalu di Jalan Gatot Subroto ada kanopi yang dipasang di sepanjang trotoar.

Hal ini dimaksudkan agar pejalan kaki nyaman jalan-jalan di trotoar.

"Yang punya usaha itu jangan dijadikan parkir terus untuk memamerkan usahanya masuk di trotoar," jelasnya.

Meskipun demikian, di event tertentu memang diperbolehkan trotoar dijadikan tempat menggelar lapak.

Namun, hal ini pun tetap perlu dijaga kebersihan dan kenyamanannya.

Baca juga: Gibran Bakal Ganti Nama Jalan Diponegoro Solo Jadi Jalan Ngarsopuro, Masih Konsultasi ke Budayawan

Sebelum pembangunan dilakukan, Jalan Diponegoro dijadikan tempat untuk perhelatan Ngarsopuro Night Market.

Saat ini pasar malam ini dipindah selama masa pembangunan.

"Harapannya itu perlu ditata. Ngarsopuro Night Market sementara di depan Sriwedari. Perlu disosialisasikan terutama kebersihan," tuturnya.

Ia pun berharap Ngarsopuro Night Market dikembalikan setelah pembangunan selesai.

"Kalau dulu dipindah karena ditata mestinya dikembalikan," jelasnya.

Tidak hanya dikembalikan, tapi juga dibina agar berkembang.

"Pelayanan kepada konsumen penting juga. Pak Wali kalau ingin meningkatkan UMKM ya dibekali secara khusus," ungkapnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved