Berita Solo Terbaru

Guru Besar UNS Teliti Tanaman Nyamplung sebagai Anti Kanker, Masuk Kategori Q1 Internasional Scopus 

Penelitian tentang obat kanker saat ini semakin berkembang. Salah satunya dilakukan oleh Guru Besar UNS yang meneliti tanaman Nyamplung.

Penulis: Eka Fitriani | Editor: Ryantono Puji Santoso
TribunSolo.com/Eka Fitriani
Prof. Dr. Triana Kusumaningsih, S.Si. M.Si. dari prodi Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Eka Fitriani

TRIBUNSOLO.COM, SOLO – Salah satu penelitian dari guru besar baru UNS, Prof. Dr. Triana Kusumaningsih, S.Si. M.Si. dari prodi Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) berhasil dipublikasi dengan kategori Quartile 1 (Q1) Internasional Scopus.

Prof. Dr. Triana Kusumaningsih, S.Si. M.Si. dikukuhkan sebagai guru besar Bidang Ilmu Kimia Organik dengan penelitiannya yang berjudul Derivatisasi Floroglusional dari Genus Calophyllum dan Investigasinya sebagai Anti Kanker.

“Iklim penelitian di Indonesia terutama UNS sudah bagus,” katanya, Senin (5/12/2022).

“Kami bahkan berhasil publikasi di jurnal-jurnal bereputasi baik seperti Q1 dan Q2 yang berarti perkembangan penelitian ini diterima oleh masyarakat internasional,” katanya.

Seperti diketahui, pada tingkatan jurnal internasional yang terindeks Scopus memiliki klasterisasi kualitas jurnal yang dibagi menjadi 4 Quartile.

Q1 merupakan jurnal dengan kualitas tertinggi dengan selanjutnya diikuti oleh urutan Q2-Q4.

Dirinya mengatakan bahwa penelitiannya terhadap anti kanker dari tanaman nyamplung (Calophyllum) tersebut berpotensi untuk diteliti lebih lanjut.

“Dengan pengakuan tersebut, saya jadi lebih bersemangat lagi,” katanya.

Tanaman Calophyllum sendiri adalah tanaman yang tersebar di hampir semua pulau-pulau besar di Indonesia.

Baca juga: Guru Besar Baru UNS Teliti Obat Kanker Baru dari Tanaman Nyamplung, Bisa Bunuh Sel Kanker

Sehingga ketersediaanya melimpah untuk dapat mendukung pembuatan obat anti kanker.

Penelitian tersebut telah diuji coba lewat penyakit dari sel kanker hati, kanker serviks dan sel kanker payudara.

Saat ini pengujian yang sudah dilakukan yakni uji in vitro yang merupakan pengujian obat diluar tubuh makhluk hidup.

Sel kanker tersebut dimasukkan ke dalam labiratorium dan diberikan obat yang diteliti.

“Kalau uji in vivo yakni pengujian pada makhluk hidup sudah diminum dan dimasukkan ke dalam tubuh penderita, sedangkan untuk itu sampai sekarang kami masih memprosesnya,” katanya.

Namun, rupanya penelitian ini masih perlu diuji lebih lanjut karena masih ada efek samping dari obat tersebut.

Salah satunya adalah obat tersebut tak hanya membunuh sel kanker namun juga membunuh sel normal dalam tubuh. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved