Info Klaten

Ingatkan Bahaya Penyakitnya, Sri Mulyani Ajak Warga Klaten Berkomitmen Cegah dan Kendalikan HIV/AIDS

Pemkab Klaten menggelar sarasehan 'Satukan Langkah Cegah HIV, Semua Setara Akhiri AIDS' digelar di Pendopo Pemkab, Selasa (6/12/2022).

Penulis: Ibnu DT | Editor: Asep Abdullah Rowi
TribunSolo.com/Dok Kominfo Klaten
Bupati Klaten, Sri Mulyani memberikan sambutan dalam sarasehan bertajuk "Satukan Langkah Cegah HIV, Semua Setara Akhiri AIDS” digelar di Pendopo Pemerintah Kabupaten Klaten, Selasa (6/12/2022). 

Liputan Wartawan TribunSolo.com, Ibnu Dwi Tamtomo

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Pemkab Klaten menggelar sarasehan 'Satukan Langkah Cegah HIV, Semua Setara Akhiri AIDS' digelar di Pendopo Pemkab, Selasa (6/12/2022). 

Acara itu untuk memperingati Hari AIDS Sedunia Tahun 2022.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Ardhani mengutarakan, bahwa peringatan Hari AIDS Sedunia untuk tumbuhkan kesadaran terhadap penyebaran kasus AIDS di seluruh dunia yang disebabkan oleh penularan HIV.

"Dengan mengetahui status kesehatan sejak dini semakin banyak masyarakat mengetahui status HIV dan mendapatkan pengobatan maka hal ini dapat mendorong penurunan eviden HIV," terang dia dalam sambutannya.

"Sehingga Indonesia dapat mencapai tingkat zero yaitu tidak ada infeksi baru HIV, tidak ada kematian akibat AIDS dan tidak ada stigma dan diskriminasi,” jelas Ardhani.
 
Disampaikan Bupati Klaten sekaligus Ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Klaten, Sri Mulyani, bahwa hingga saat ini Human Immunodeficiency Virus (HIV) masih menjadi masalah kesehatan di tingkat nasional dan global tak terkecuali Kabupaten Klaten.

Dalam kurun waktu 20 tahun ke belakang, dunia telah mengalami kemajuan dalam penanggulangan HIV/AIDS. 

Hingga puncak penurunan angka kematian terjadi pada tahun 2004, tercatat saat itu mencapai 1,7 juta kematian akibat kasus AIDS kemudian menurun menjadi 770 ribu pada tahun 2016.

Dari data temuan kasus HIV di Klaten sejak tahun 2007 sampai dengan September 2022 sebanyak 1.271 kasus.

"Di mana 98 persen terjadi penularan diakibatkan oleh transmisi seksual," jelas dia.

Kasus sebaran penderita HIV didominasi laki-laki sebesar 67 persen dan perempuan sebesar 33 persen. 

Sementara rentang usia 25 tahun sampai dengan 49 tahun sebanyak 816 kasus.

Untuk itu, melalui momentum peringatan Hari AIDS Sedunia, Sri Mulyani mengajak pemangku kebijakan untuk memaksimalkan program pemberdayaan masyarakat. 

Seperti, melakukan sosialisasi di seluruh elemen masyarakat dan lembaga pendidikan, serta giat melakukan tes HIV pada masyarakat terutama calon pengantin.

Baca juga: Penderita HIV/AIDS Klaten Tembus 1.284 Orang, KPA Terus Edukasi Masyarakat Agar Kasus Tak Bertambah

Baca juga: Sasaran Pencegahan HIV-AIDS Capai 3 Zeroes, Pemkab Sukoharjo Minta Semua Elemen Bersinergi

"Pada hari ini, saya mengajak kita semua segenap pemangku kepentingan bersama seluruh lapisan masyarakat," jelas dia.

"(Semua) untuk semakin memperkuat komitmen peran serta, dan dukungan kita untuk bergerak bekerjasama dan bersinergi dalam pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS,” tegasnya.

Kemudian, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan sarasehan dengan menghadirkan dua narasumber yaitu Ronny Roekmito selaku Sekretaris KPA Kabupaten Klaten dan Cahyono Widodo selaku Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten. 

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 250 peserta yang terdiri dari Forkopimda, unsur lintas sektoral, organisasi masyarakat, lembaga atau badan, pimpinan perusahaan, pihak karaoke, hotel, panti pijat, homestay, dan karang taruna di Kabupaten Klaten. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved