Berita Solo Terbaru

Penjualan STB di Solo Setelah Piala Dunia Bubar : Dulu Selalu Ludes, Kini Sehari Laku 10 Sudah Bagus

Masih ingat toko elektronik di Solo Raya yang mendapat 'serangan fajar' diserbu pembeli Set Top Box (STB) awal Desember 2022 lalu?

TribunSolo.com/Dok Kominfo
Penampakan perangkat Set Top Box (STB) DVBT2 yang akan digunakan untuk menyaksikan siaran televisi digital. Di mana TV analog akan disuntik mati. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Masih ingat toko elektronik di Solo Raya yang mendapat 'serangan fajar' diserbu pembeli Set Top Box (STB) awal Desember 2022 lalu?

Kini, beberapa minggu berselang setelah fenomena itu, ternyata kondisi toko kembali pada hari-hari biasanya.

Owner Semeru Elektronik, Edo Kristanto mengungkapkan penjualan STB yang menurun drastis hingga 70 persen sejak beberapa hari terakhir.

"Sudah menurun (pembelinya)," kata dia kepada TribunSolo.com, Senin (19/12/2022).

Pada 2 Desember 2022, ia sampai kehabisan stok.

"Waktu itu kita enggak stok terlalu banyak. Hari pertama analog switch off 100 unit langsung habis," terangnya.

Kini pihaknya hanya bisa menjual sekitar 10 unit per hari.

"Sejak 3 hari ini sekitar 70 persen penjualan STB menurun," jelasnya.

Baca juga: Penjualan Smart TV di Solo Melonjak Dipicu Suntik Mati TV Analog, Sehari Bisa Jual 100 Unit

Baca juga: Kronologi Kasus Dugaan Penganiayaan Sentana Dalem Versi Putri Raja Keraton Solo GKR Timoer

Sementara TV digital yang terus diminati semenjak TV analog mati.

Berbagai merk TV pun masih diminati hingga kini mulai Polytron, Samsung dan LG.

"Hampir semua konsumen mau," jelasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved