Berita Solo Terbaru

Ini Beras Multigrain Rojolele, Disebut Cocok untuk Diet: Mengandung Nutrisi dan Tinggi Protein

Beras Multigrain Rojolele dikalim cocok untuk diet. Beras ini diluncurkan Tim Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) D-3 Agribisnis UNS.

Penulis: Eka Fitriani | Editor: Ryantono Puji Santoso
TribunSolo.com/Eka Fitriani
Tim MBKM D-3 Agribisnis UNS Luncurkan Produk Multigrain Rojolele. 

Laporan wartawan Tribunsolo.com, Eka Fitriani 

TRIBUNSOLO.COM, SOLO – Tim Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) D-3 Agribisnis Sekolah Vokasi (SV) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta telah meluncurkan produk Multigrain Rojolele.

Produk ini merupakan inovasi hasil program MBKM dari beras Rojolele Delanggu.

Ketua Tim MBKM, Mochammad Rayhan Arieza Naufaldi menjelaskan bahwa produk inovasi ini berupa multi-grain yang berbeda dengan beras Rojolele pada umumnya.

“Multigrain Rojolele ini mencampurkan beras putih Rojolele dengan biji-bijian lainnya, seperti beras merah, beras hitam, kacang hijau, dan beras jagung,” katanya, Senin (26/12/2022) siang.

“Oleh karena itu, beras ini kaya dengan nutrisi, seperti serat, protein, dan mineral, cocok untuk program diet dan yang menggindari gula,” katanya.

Tekstur beras tersebut ketika dimasak akan menjadi nasi yang pulen, wangi, dan berwarna seperti susu.

Produk multi-grain ini memiliki banyak manfaat bagi kesehatan antara lain dapat memperlancar pencernaan, menjaga kadar gula darah, mengandung banyak nutrisi, dan tinggi protein serta mineral.

“Padi Rojolele sendiri kan merupakan padi yang menjadi ikon dan telah melegenda di Kabupaten Klaten,” katanya.

Kegiatan MBKM tersebut berkolaborasi dengan Sanggar Rojolele yang merupakan ruang kreatif pemuda Delanggu, Klaten.

Sanggar Rojolele berjalan di bidang sosial budaya kerakyatan dan pertanian berbasis kearifan lokal daerah.

Baca juga: Tim MBKM D-3 Agribisnis UNS Luncurkan Produk Multigrain Rojolele, Beras Kaya Nutrisi dan Mineral

Pendiri Sanggar Rojolele, Eksan Hartanto membeberkan bahwa Sanggar Rojolele ini telah berkembang menjadi ruang belajar, diskusi, dan pergerakan masyarakat Desa Delanggu dalam bidang pertanian.

Eksan juga mengapresiasi langkah Tim MBKM D-3 Agribisnis UNS dalam menghasilkan produk-produk inovasi dari Beras Rojolele.

“Dengan adanya ahli dari UNS, tentunya akan mendukung kami dalam mengembangkan produk inovasi dan mengenalkan beras Rojolele ke masyarakat luas,” katanya.

“Hilirisasi produk Beras Rojolele masih kurang menyeluruh di wilayah Klaten dan sekitarnya,” katanya.

Selain itu, penyerapan dari hasil pemanenan yang dilakukan dianggap kurang teserap dengan maksimal.

Program ini sendiri diadakan sebagai upaya untuk re-branding beras Rojolele sekaligus membumikan kembali varietas tersebut di tengah masyarakat Indonesia, khususnya wilayah Jawa Tengah. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved