Berita Persis Solo
Penonton Dilarang Bawa Makanan dan Minuman ke Stadion Manahan Solo, Begini Solusi dari Panpel
Sebelumnya banyak penonton yang kedapatan membawa makan minum ketika Persis Solo bermain di Stadion Manahan Solo dalam putaran pertama BRI Liga 1.
Penulis: Aryadi Putra | Editor: Hanang Yuwono
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Aryadi Armi Syah Putra
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Ketua Panpel Stadion Manahan Solo, Ginda Ferachtriawan, kembali mensosialisasikan barang-barang apa saja yang dilarang dibawa masuk ke stadion selama Liga 1 atau pertandingan lainnya.
Rokok, makanan berminyak, ataupun minuman berwarna dipastikan dilarang dibawa ke stadion.
Sebelumnya banyak penonton yang kedapatan membawa barang-barang seperti di atas, ketika Persis Solo bermain di Stadion Manahan Solo dalam putaran pertama BRI Liga 1.
Baca juga: Panpel Stadion Manahan: Kebiasaan Penonton Liga 1 Datang 30 Menit Sebelum Kick Off, Bikin Kewalahan
"Sebenarnya makanan dan minuman diizinkan, karena stadion ini digunakan untuk Piala Dunia U-20. Ada kebijakan dari pengelola Stadion untuk tidak mengizinkan makanan yang berminyak dan minuman yang berwarna," kata Ginda kepada TribunSolo.com, Selasa (27/12/2022).
Ginda Ferachtriawan mengakui jika banyak penonton merasa keberatann karena dilarang membawa makanan atau minuman.
Sebab mereka perlu mengantre untuk masuk stadion dan menyaksikan pertandingan selama 90 menit lamanya.
"Kita bisa bayangkan 90 menit mereka menonton dan 60 menit mereka mungkin antre untuk masuk stadion, ketika ada pembatasan itu kita (Panpel) mendapatkan banyak komplain," ucap Ginda.
Baca juga: Banyak Penonton yang Ngeyel Titipkan Barang di Stadion Manahan Solo, Panpel : Kami Bukan Titipan
Menanggapi komplain tersebut, Panpel Stadion Manahan Solo lantas mencarikan solusi untuk para penonton agar bisa membawa makanan atau minuman ke dalam stadion.
Akhirnya ditetapkan jika minuman yang boleh dibawa adalah air mineral kemasan.
"Pada akhirnya minuman diizinkan masuk meskipun hanya air mineral dalam gelas dan air mineral dalam plastik," imbuh Ginda.
Ketika Liga 1 Sistem Bubble berjalan, Ginda Ferachtriawan mengakui dirinya bersama anggota panpel lainnya sudah melakukan studi banding ke beberapa stadion di Jawa Tengah-DIY.
Mereka pun menyepakati jika makanan dan minuman berwarna dilarang masuk demi kondusivitas.
"Kami studi ke Semarang, Sleman, Bantul dan kami mencari solusi yang sama. Stadion di Sleman juga tidak mengizinkan (makanan) apapun masuk, meskipun di luar boleh berjualan," ucapnya.
Ginda Ferachtriawan memastikan dirinya bakal berkoordinasi dengan pemerintah setempat, operator Liga, dan pemerintah untuk mencari solusi atas pelarangan membawa makanan minuman ini.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Potret-Stadion-Manahan-Solo-dari-depan.jpg)