Berita Solo Terbaru
600 Wisatawan Padati Puro Mangkunagaran Tiap Hari Sejak 23 Desember, 3 Kelas Ini Jadi Daya Tarik
Wisatawan bisa mengikuti kelas-kelas seperti demo memasak apem, kelas tari gaya Mangkunagaran hingga berfoto menggunakan pakaian adat
Penulis: Eka Fitriani | Editor: Vincentius Jyestha Candraditya
Laporan Wartawan Tribunsolo.com, Eka Fitriani
TRIBUNSOLO.COM, SOLO – Sepanjang libur natal dan tahun baru (Nataru), Puro Mangkunagaran dikunjungi lebih dari 500-600 wisatawan per harinya.
Adapun padatnya kunjungan wisatawan ini mulai dirasakan sejak 23 Desember 2022 lalu.
Wisatawan yang datang memadati Puro Mangkunagaran tak hanya berasal dari Pulau Jawa saja.
“Setiap hari itu 500 hingga 600 wisatawan yang datang,” kata Darweni, seorang abdi dalem Mangkunagaran, kepada TribunSolo.com, Minggu (1/1/2023) siang.
“Mulai dari pagi sampai siang pengunjung banyak yang datang, mulai dari yang dekat sampai yang luar pulau,” tambahnya.
Baca juga: Saat Raja Mangkunagara Solo Layani Wisatawan : Mengaku Senang, Sebagian Besar Minta Foto Bersama
Selama nataru, wisatawan yang datang tak hanya melihat istana raja di tengah Kota Solo tersebut.
Namun mereka juga bisa mengikuti beberapa kelas yang diadakan oleh Puro Mangkunagaran.
Seperti demo memasak apem khas Mangkunagaran, kelas tari gaya Mangkunagaran hingga foto menggunakan pakaian adat khas Mangkunagaran.
Kegiatan tersebut dilaksanakan sesuai peran Puro Mangkunagaran sebagai wadah masyarakat untuk berpartisipasi langsung di proses pengenalan dan pelestarian kebudayaan Mangkunagaran.
"Di Mangkunagaran kegiatannya aktif ini rupanya cukup ramai dengan program yang coba kami bangun tersebut,” kata KGPAA Mangkunagara X, kepada TribunSolo.com, Minggu (1/1/2023).
Baca juga: Kaleidoskop Solo Maret 2022 : Bhre Cakrahutomo Diangkat Jadi Mangkunagara X, Raja Muda yang Merakyat
“Apalagi mendekatkan masyarakat dengan Mangkunagaran dan bagaimana kebudayaan milik kita bersama-sama ini juga bisa kita lestarikan bersama,” katanya.
Dengan mengadakan kegiatan tersebut, pihaknya ingin berkontribusi untuk melestarikan budaya jawa.
Mangkunagara X turut berharap Puro Mangkunagaran bisa memberikan dampak kepada masyarakat dalam hal kebudayaan.
"Kami sebagai pusat kebudayaan juga ingin berkontribusi menjadi bagian kebudayaan jawa khususnya di Mangkunagaran,” katanya.
Adapun di hari terakhir kegiatan, Puro Mangkunagaran masih saja dipenuhi pengunjung.
Mereka dengan sabar mengantre untuk mendapatkan tiket masuk.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Suasana-loket-di-Puro-Mangkunagaran-yang-penuh-oleh-wisatawan-Minggu-112023.jpg)