Berita Solo Terbaru

Proses Konstruksi Dihentikan, Rencana Awal Pendopo Kepatihan Mangkunegaran Bukan untuk Hotel 

Lokasi kompleks Kepatihan Mangkunegaran dipastikan tidak akan dibangun hotel atau mall. Bangunan tersebut direstorasi untuk pariwisata Kota Solo.

Tribunsolo.com/Adi Surya Samodra
Kawasan yang dulu berdiri Pendopo Kepatihan Mangkunegaran, Kelurahan Timuran, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Kabar bila kompleks Kepatihan Mangkunegaran akan dimanfaatkan sebagai hotel sempat menyeruak.

Apalagi, bangunan fisik pendopo yang ada dikawasan tersebut sudah rata dengan tanah.

Kabar pemanfaatan kawasan Kepatihan Mangkunegaran juga telah sampai ke telinga Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka. 

"Infonya, ya, semacam itu," kata dia beberapa waktu lalu. 

Gibran juga telah meminta dinas-dinas terkait untuk memastikan kabar tersebut. 

Hasilnya, kawasan Kepatihan Mangkunegaran tidak akan dimanfaatkan sebagai hotel. 

Itu disampaikan Kepala Bidang Pelestarian Cagar Budaya Dinas Pariwisata Kota Solo, Sungkono.

Dinas sudah melakukan komunikasi awal terkait itu dengan pemilik Kepatihan Mangkunegaran.

Baca juga: Besok Senin, Pemilik Kepatihan Mangkunegaran Dipanggil Dinas Solo: Material Bangunan Sudah Diamankan

"Intinya itu mau direstorasi dan mau dikembalikan seperti aslinya dan tidak akan mengurangi nilai budaya dan sejarah bangunan cagar budaya," ujar Sungkono, Jumat (13/1/2023).

"(Keterangan pemilik) hanya dinaikkan elevasinya, karena kondisi bangunan saat ini lebih rendah dari jalan," papar dia.

"Dan tidak akan difungsikan sebagai hotel atau mall, tapi untuk fasilitas masyarakat umum dan mendukung kepariwisataan Kota Solo," tambahnya.

Proses elevasi bangunan Pendopo Kepatihan Mangkunegaran rencananya setinggi 1,5 meter dari pondasi awal.

Adapun bangunan tersebut akan dimanfaatkan sebagai gedung pertemuan.

Kendati demikian, proses kontruksi saat ini telah dihentikan dan menunggu keputusan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Solo

Ditambah, pemilik kawasan juga akan dipanggil dinas terkait untuk dimintai keterangan, Senin (16/1/2023). (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved