Berita Solo Terbaru

Keraton Solo Islah, Pegiat Budaya Ingatkan Soal Aset: Jangan Sampai ke Tangan Perseorangan

Pegiat Budaya Kota Solo memandang perdamaian di Keraton Solo harus dijaga termasuk tentang aset. Dia mengingatkan agar aset tak jatuh ke perorangan.

TribunSolo.com/Ahmad Syarifudin
Suasana di depan Keraton Kasunanan Surakarta. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Perdamaian yang terjadi dalam Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat kini sudah berjalan lebih kurang 2 pekan. 

Perdamaian tersebut terhitung sejak pertemuan antara kubu Paku Buwono XIII dan Lembaga Dewan Adat (LDA) di Sasana Narendra, Selasa (2/1/2023).

Adapun Paku Buwono XIII dan ketua LDA GKR Wandansari Koes Moertiyah atau Gusti Moeng hadir langsung di sana. 

Perdamaian itu kemudian berlanjut ke pertemuan antara Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka, Paku Buwono XIII dan Gusti Moeng

Pertemuan tersebut terjadi di Rumah Dinas Loji Gandrung, Rabu (4/1/2023). 

Kini, perdamaian tersebut sudah berjalan lebih kurang 2 pekan. Itu pun mendapat tanggapan Pegiat Budaya Kota Solo, Surojo

"Ini merupakan momentum awal membangun kesejahteraan keraton, namun hal yang digarisbawahi, ini belum sampai kepada perdamaian yang sesungguhnya," kata dia, Senin (16/1/2023).

Baca juga: Gibran Bantah Iming-imingi Keraton Solo untuk Berdamai : Saya Nggak Punya Kepentingan

Menurut Surojo, perdamaian yang sesungguhnya di dalam Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat mungkin saja bisa tercapai bila keturunan Paku Buwono XII saling berembug bersama. 

"Tidak melibatkan orang lain, apalagi orang itu tidak ada kaitan dengan darah dalem keluarga Paku Buwono XII," ucap dia. 

"Biarlah putra-putri dalem Paku Buwono XII bermusyawarah, saat ini, saat yang tepat membicarakan manajemen keraton," tambahnya.

Manajemen tersebut termasuk perawatan aset Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat baik yang ada di dalam maupun di luar kawasan keraton.

Surojo berharap aset-aset Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat tidak sampai ke tangan privat atau perseorangan. 

"Jangan orang lain, karena orang yang tahu betul bagaimana pengelolaan aset itu adalah putra-putri Dalem Paku Buwono XII," tutur dia. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved