Liga 1

Calon Ketum PSSI Erick Thohir Sindir Wasit Sepakbola Indonesia : Laga Mau Bubar, Main Kasih Penalti

Menteri BUMN Erick Thohir yang juga calon Ketua Umum PSSI menyorot kinerja wasit di kompetisi sepakbola Indonesia.

Tayang:
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Aji Bramastra
TribunSolo.com/Ahmad Syarifudin
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, yang maju sebagai Calon Ketum PSSI. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Menteri BUMN Erick Thohir yang juga calon Ketua Umum PSSI menyorot kinerja wasit di kompetisi sepakbola Indonesia.

Baca juga: Ditanya soal 17 Calon Waketum PSSI, CEO Persebaya Azrul Ananda : yang Penting Selaras Erick Thohir

Ia mengucapkan sindiran terkait kualitas wasit sepakbola Indonesia, yang selama ini menurutnya sering membuat keputusan kontroversial.

"Lagi tanding enak-enak, tahu-tahu di akhir dikasih penalti. Kalau memang penaltinya bener harus kasih. Makanya teknologi harus ada di sepakbola," sindir Erick, saat ditemui di peresmian Taman Pracima Tuin, Kota Solo, Sabtu (21/1/2023).

Namun, Erick juga tak sepenuhnya menyalahkan wasit.

Ia juga menyorot sistem di belakangnya.

"Kita tidak bisa menyalahkan wasit. Wasit juga manusia. Harus dibina. Ekonominya baik atau tidak pendidikannya baik atau tidak," kata Erick Thohir.

Menurut Erick, berbagai program untuk mengembangkan sepak bola tidak bisa dilakukan tanpa federasi yang bersih dari mafia.

"Dimulai sepak bola yang bersih," 

"Yang penting sepakbolanya bersih. Kalau voters hatinya sama sama saya membangun sepak bola yang bersih, ayo," ajak Erick Thohir.

Hapus Sekat

Erick Thohir juga berpendapat untuk mengembangkan persepakbolaan perlu menyatukan visi antara pemerintah dan federasi.

"Kadang-kadang ada dikotomi antara olahraga dan pemerintah. Saya sudah berulang-ulang. Yang namanya kita ingin membangun sesuatu pemerintah, masyarakat, asosiasi, berbeda akan enggak jalan," jelasnya.

"Kalau kita mau membangun olahraga kita antara masyarakat olahraga, pemerintah, dan asosiasi bersatu membuat rencana. Bahwa sepakbola tidak boleh ada dikotomi pemerintah, suporter, pemilik klub, tidak bisa," tambah mantan bos Inter Milan ini. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved