Berita Karanganyar Terbaru

Ini Pak Petruk, Penjual Cilok di SMAN 1 Wedi Klaten: 15 Tahun Jualan, Cilok Antar 3 Anaknya Jadi TNI

Profesi menjadi pedagang cilon membawa anak-anak Sagiman menjadi tentara. Dua anaknya menjadi TNI AD dan satu menjadi TNI AU.

TribunSolo.com/Zharfan Muhana
Pak Petruk, penjual cilok di SMAN 1 Wedi, Klaten. Dari 15 tahun jualan cilok, 3 anaknya diterima bekerja sebagai TNI. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Zharfan Muhana

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN- Siapa sangka berkah dari jualan cilok membawa anak-anak dari Sagiman (64) atau akrab dipanggil Petruk ini jadi abdi negara.

Dirinya berjualan cilok sudah sekitar 15 tahun, sebelumnya dia sempat merantau ke Jakarta.

"Kalau jualan cilok sudah 15 tahun ada, sebelumnya saya merantau ke Jakarta 18 tahun jualan es potong disana," ujar Petruk kepada TribunSolo.com, Sabtu (21/1/2023).

Petruk sudah menetap di Klaten selama 35 tahun, ia tinggal di Dukuh Jiwo, Desa Trotog, Kecamatan Wedi, Klaten.

Istri Petruk sendiri juga seorang pedagang di pasar Wedi.

Dirinya dikaruniai 5 orang anak,  3 orang di antaranya menjadi tentara.

"Yang dua jadi Tentara Angkatan Darat, satu jadi Angkatan Udara,dan 2 kerja (pegawai) toko," ucap Petruk.

Baca juga: Unik, Penjual Cilok di Wedi Klaten Kompak Pakai Seragam Batik : Warnanya Merah, Kuning hingga Biru

Saat ditanya apa resep anaknya bisa jadi tentara, dengan tertawa ia menjawab :

"Saya sendiri juga tidak tahu, cuma kalo ada pendaftaran ya mendaftar. Keterima ya syukur, tidak ya sudah," kata Petruk enteng.

Anaknya yang menjadi tentara semuanya berdinas di luar Jawa.

Pak Petruk menjadi penjual cilok ikonik di Wedi Klaten.

Ia bersama 4 pedagang cilok lainnya memakai seragam bak pegawai kantoran.

Petruk dan 4 kawannya sesama penjual cilok biasa mangkal di SMAN 1 Wedi saat jam istirahat, selain itu ia biasa keliling di daerah Wedi. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved