Berita Sukoharjo Terbaru
Program IP400 Sukoharjo Capai 10 Ton Per Hektare Sekali Panen, Bantu Stok Pangan Nasional
Program IP400 Dinas Pertanian Sukoharjo bakal terus digenjot di 2023. Sebab, sudah terbukti hasil panen dari program ini membantu stok nasional.
Penulis: Anang Maruf Bagus Yuniar | Editor: Ryantono Puji Santoso
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Anang Ma'ruf
TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo bakal meneruskan program IP400 untuk pertanian.
Sebab, program ini sudah terbukti meningkatkan hasil panen di Kota Makmur.
Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo, Bagas Windaryatno mengatakan, saat ini ada sekitar 10 ribu hektare lahan di Sukoharjo yang menerapkan program IP400 ini.
"Program Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo saat ini (2023) masih meneruskan IP400," ucap Bagas.
Bagas memaparkan, bukan tanpa alasan pihaknya meneruskan program ini.
Hasil Panen IP400 di Sukoharjo terbukti bisa meningkatkan hasil panen dan menambah stok pangan.
Baca juga: Sempat Lumpuh Saat Pandemi, Bisnis Kos di Solo Mulai Panen Cuan, Gegara Tak Ada Lagi WFH
"Termasuk juga menyasar pasar ekspor," tambahnya kepada tribunSolo.com, Jumat (20/1/2023).
Dia menjelaskan, sawah di Sukoharjo yang belum menerapkan IP400 ini juga terus digenjot untuk menghasilkan panen untuk kebutuhan lokal.
Bagas merinci, program IP400 ini dalam sekali panen di lahan seluas 1 hektare mampu memproduksi 9-10 Ton gabah kering panen (GKP).
Nilai panen itu sekitar Rp 55 juta per hektare.
"Kami menargetkan bisa menuntaskan target pemerintah, setahun empat kali tanam, empat kali panen padi," papar dia.
Bagas menjelaskan, lahan seluas 10.000 hektar IP400 mampu memberikan kontribusi besar terhadap stok pangan nasional.
Sebab hasil panen yang didapat melimpah. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Petani-sedang-menggiling-padi-yang-baru-dipanen-dari-sawahnya-di-Tasimadu-Karanganyar.jpg)