Berita Karanganyar Terbaru

Serapan Anggaran Belanja Tahun 2022 Karanganyar Capai 90 Persen, Lebih Tinggi dari Tahun 2021

Serapan Anggaran tahun 2022 Karanganyar lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Tahun 2023 tidak ada anggaran untuk penanggulangan Covid-19.

kompas.com
ILUSTRASI serapan anggaran di Karanganyar digunakan untuk berbagai kegiatan pembangunan dan sosial. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Penyerapan anggaran belanja Kabupaten Karanganyar di tahun 2022 lebih tinggi dibandingkan tahun 2021.

Persentase anggaran belanja Kabupaten Karanganyar tahun 2022 yang terserap nyaris 100 persen.

Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Karanganyar, Kurniadi Maulato mengatakan, anggaran belanja tahun 2022 yang terserap yaitu 90 persen dari Rp 2, 334 triliun.

"Penyerapan anggaran tahun 2022 ini mengalami peningkatan, jika dibandingkan dengan tahun 2021 yang hanya mencapai 89 persen," kata Kurniadi kepada TribunSolo.com, Jum'at (20/1/2023).

Kurniadi mengatakan, dalam hal penyerapan anggaran, setiap daerah menghadapi sejumlah kendala.

Dia menuturkan, anggaran yang diserap tersebut berasal dari pusat, provinsi dan pendapatan asli daerah (PAD).

Baca juga: Anggaran Beasiswa Pemuda Berprestasi Wonogiri, Naik Jadi Rp 10 M, Tiap Anak Dapat Rp 12 Juta

"Untuk Karanganyar, dari sisi pendapatan tidak ada masalah, yang sering dihadapi oleh OPD dalam hal menyerap anggaran adalah situasi yang sulit diprediksi, terutama masalah indek harga, cuaca dan peraturan perundangan yang berubah," ungkap Kurniadi.

Dia menjelaskan, Pemkab Karanganyar akan lebih cermat dan hati-hati  dalam merencanakan penganggaran belanja daerah.

Sehingga alokasi belanja daerah dapat teralokasi secara proporsional. 

"Kita akan fokus kepada prioritas belanja daerah yang penting dan mendesak," ujar Kurniadi .

Terkait, anggaran penanganan dan penanggulangan Covid-19, dia mengatakan anggaran tersebut tidak lagi dimasukkan ke APBD tahun 2023.

Lanjut, kata dia, anggaran tersebut akan dimasukan ke dalam anggaran belanja lain.

"Khusus untuk penanggulangan Covid-19 tidak ada, anggaran yang tidak tercover, kita masukkan ke dalam belanja tidak tetap,"pungkasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved