Berita Boyolali Terbaru

Pendaftaran 10 Panwaslu Kelurahan di Boyolali Diperpanjang: 24-26 Januari 2023

Minat pendaftar pengawas pemilu tingkat desa di Boyolali minim. Lantaran hal ini, Bawaslu harus memperpanjang masa pendaftaran.

Penulis: Tri Widodo | Editor: Ryantono Puji Santoso
TribunSolo.com/Tri Widodo
Ilustrasi: Pendaftaran Calon Anggota Panwaslu Kecamatan di Bawaslu Boyolali, Senin (26/9/2022) 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Minat masyarakat desa di Boyolali untuk menjadi Pengawas pemilu minim. 

Itu terlihat di 10 desa di Boyolali

Sampai penutupan pendaftaran panitia pengawas pemilu kelurahan desa (PKD) pada 19 Januari 2023, pendaftar masih minim. 

Koordinator Divisi SDM dan Organisasi, Bawaslu Boyolali, M Mahmudi mengatakan, jumlah pendaftarnya belum ada dua kali dari kebutuhan.

Artinya di 10 desa itu hanya ada satu pendaftar saja.

"Pendaftar kurang dari 2 kali kebutuhan dan belum ada pendaftar perempuan dalam desa tersebut," jelasnya kepada TribunSolo.com, Senin (23/1/2023).

Dia menyebut, 10 desa yang masih kekurangan pendaftar PKD itu antara lain Desa Kiringan, Kecamatan Boyolali.

Baca juga: Lowongan Kerja Besar-besaran di Wonogiri : Bawaslu Butuh 588 Orang, Jadi Panwaslu untuk Pemilu 2024

Kemudian, di Desa Ngesrep, Kecamatan Ngemplak, dan Desa Sumur, Kecamatan Tamansari.

Ada tiga desa di Kecamatan Musuk, yakni Desa Kebon Gulo, Pager Jurang dan Cluntang.

Kecamatan Teras yang paling banyak.

Ada 4 Desa yang pendaftarnya masih 1 orang.

Antara lain Desa Randusari, Bangsalan, Kopen dan Nepen.

"Pendaftar dan penerimaan berkas untuk 10 Desa itu diperpanjang. Mulai tanggal 24-26 Januari," pungkasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved