Berita Persis Solo
Presiden dan Wakil Presiden Pasoepati yang Baru Langsung Mendapatkan PR Tangani Pengelolaan Database
Ketua Steering Committee Kongres, Ginda Ferractiawan yang juga selaku ketua panpel Persis Solo ketika ditanya perihal apa pekerjaan rumah besar.
Penulis: Aryadi Putra | Editor: Naufal Hanif Putra Aji
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Aryadi Armi Syah Putra
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Sri Agos (Warsoep) dan Sabar Narimo setelah resmi menjadi Presiden Pasoepati dan Wakil Presiden 2023-2025 langsung mendapat PR dari Panpel Persis Solo, Ginda Ferractiawan.
Diberitakan sebelumnya, pasangan Sri Agos (Warsoep) dan Sabar Narimo resmi menjadi Presiden dan Wakil Presiden Pasoepati yang baru saat ditetapkan dalam kongres ke-9, Sabtu (18/3/2023) di Bale Tawangarum, Balai Kota Surakarta.
Baca juga: Manager Persis Solo Berharap Presiden dan Wapres Baru Pasoepati Bisa Menjadi Contoh Suporter Lain
Kongres ke-9 ini digelar untuk menggantikan posisi Presiden Pasoepati periode 2021-2023, Maryadi Suryadharma dan Wakilnya, Agus Ismiyadi yang masa jabatan sudah selesai pada 23 Januari 2023 lalu.
Ketua Steering Committee Kongres, Ginda Ferractiawan yang juga selaku ketua panpel Persis Solo ketika ditanya perihal apa pekerjaan rumah besar Pasoepati, ia memberikan jawaban terkait hal ini.
"Yang jelas Database, kebetulan juga saya Ketua Panpel jadi kita tahu betul keinginan Manajemen, LIB dan PSSI bahwa pembelian tiket harus jelas," terangnya.
"Apa perlu dengan KTA belum tentu, tapi siapapun yang beli kita mengetahui dan kita catat jangan sampai tiket dibeli tapi dipakai bukan orang yang bersangkutan," tambahnya.
Ginda Ferractiawan juga mengatakan bahwa Pasoepati harus memiliki data yang valid setiap anggota, jadi bisa mencegah permainan tiket dalam pertandingan.
"Yang kita waspadai adalah orang yang tidak bertanggung jawab, maka dari database tadi memudahkan untuk memantau anggota-anggota Pasoepati," jelasnya.
Baca juga: Daftar Nama Pemain yang Dipanggil TC Timnas untuk Piala Dunia U-20, Ada Dua Pemain Persis Solo
Ditanya perihal apakah pengelolaan database ini sulit, Ginda Ferractiawan yakin bahwa semua bisa dikelola dengan baik bersama kedepannya.
"Tidak sulit, kita lihat kemarin 5 ribu tiket dijual melalui komunitas, saya dapat info semua komunitas menyerahkan datanya masing masing," ungkapnya.
"Ada yang beli 100, ada yang 50 tapi datanya jelas. Besok kedepan anggota harus menyertakan alamat yang jelas, sesuai KTP dan nomer teleponnya sehingga kita bisa mengetahui," tambahnya.
Ginda Ferractiawan juga menyayangkan ada oknum yang tidak bertanggung jawab perihal tiket pertandingan.
"Kita juga tahu bahwa di Liga dilakukan oleh oknum yang ternyata ditangkap tapi tidak ada hubungannya dengan suporter," ujarnya.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Sri-Agos-Warsoep-dan-Sabar-Narimo.jpg)