Liga Inggris

Cara Berbuka Puasa Ala Pemain Chelsea, Ternyata Ada Menu Khusus yang Dikonsumsi di Pinggir Lapangan

Sejumlah pemain sepak bola muslim Chelsea ikut berpuasa di tengah aktivitasnya menjadi seorang pesepakbola yang cukup berat.

Tayang:
tangkapan layar Twitter/@FootballFactly
NGolo Kante bersama Wesley Fofana, dan Kalidou Koulibaly adalah pemain The Blues yang melaksanakan puasa Ramadan. Saat waktu berbuka tiba, sesaat sebelum jam delapan malam waktu setempat, laga dihentikan sejenak. Dan ketiganya berbuka dengan seteguk air, dan perasan sekantong gel energi. 

TRIBUNSOLO.COM - Sejumlah pemain sepak bola muslim Chelsea ikut berpuasa di tengah aktivitasnya menjadi seorang pesepakbola yang cukup berat.

Pada pertandingan antara Chelsea melawan Liverpool ada sebuah momen yang memperlihatkan para pemain The Blues berbuka puasa di pinggir lapangan.

Baca juga: 3 Klub Liga 1 Berebut Mantan Striker Liverpool Daniel Sturridge, Berpeluang Pensiun di Indonesia

Mereka adalah NGolo Kante, Wesley Fofana, dan Kalidou Koulibaly adalah pemain The Blues yang melaksanakan puasa Ramadan saat laga Chelsea melawan Liverpool, Rabu (5/4/2023).

Mereka diketahui berbuka puasa sesaat sebelum jam delapan malam waktu setempat.

Laga pun dihentikan sejenak ketika mereka berbuka puasa.

Pada momen buka puasa ini NGolo Kante, Wesley Fofana, Kalidou Koulibaly tak hanya berbuka dengan seteguk air, melainkan mereka juga mengonsumsi perasan sekantong gel energi.

Tambahan energi yang membuat Kante semakin energik. Umpan terobosannya jadi santapan empuk Kai Havertz yang kemudian mencetak gol. Sayang, gol kembali dianulir oleh VAR karena handball.

 

 

Chelsea kontra Liverpool adalah pertandingan sepak bola Inggris yang paling banyak dimainkan di abad ke-21.

Kedua belah pihak telah bertemu 71 kali dalam 23 tahun terakhir - persaingan yang diisi dengan pertarungan Piala Eropa, dan final piala domestik.

Namun, duel si Biru kontra si Merah dalam laga tunda pekan ke-8 Liga Primer di Stamford Bridge (5/4) kemarin, benar-benar terasa seperti pertemuan tim peringkat delapan kontra peringkat sebelas.

Dan memang seperti itulah posisi kedua tim sekarang di klasemen Liga Primer.

Terlalu banyak kesalahan elementer dilakukan para pemain kedua kubu.

Karena itulah, kelas N'Golo Kante, yang melakukan start pertamanya sejak Agustus lalu, jadi benar-benar terlihat bersinar terang.

Baca juga: Bintang Muda Brasil Jadi Komoditi Panas di Jendela Transfer, Chelsea dan Arsenal Paling Berpeluang

Kante, yang baru tampil untuk keempat kalinya musim ini, benar-benar istimewa. Gelandang Prancis berusia 32 tahun ini membawa dimensi berbeda dalam permainan Chelsea. Energinya tak tertandingi.
Kehadirannya tidak bisa dilewatkan. Dampaknya, tidak diragukan lagi.

Dari melacak ke belakang, dan menghentikan tanda-tanda serangan balik Liverpool hingga bergerak maju dan terus-menerus berada di jantung transisi Chelsea.

Kante absen lebih dari 200 hari, dan 34 laga gara-gara cedera hamstring, ditambah masalah kebugaran. Ketika kembali, dia langsung terlihat kuat, dan cemerlang seperti semula.

Satu orang Kante seakan terlalu kuat bagi tiga gelandang Liverpol.

Terlihat misalnya, ketika dengan mudah dia berlari melewati Curtis Jones yang memicu serangan The Blues, dan diakhiri tendangan Reece James yang membobol gawang Liverpool. Sayangnya, gol dianlur karena Enzo Fernandez berada dalam posisi offside.

Hebatnya lagi adalah, Kante bisa prima seperti itu meski sedang berpuasa.

Dia bersama Wesley Fofana, dan Kalidou Koulibaly adalah pemain The Blues yang melaksanakan puasa Ramadan.

(Tribunnews/den)

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved