Berita Solo

Pasar Klewer Solo Lesu, Pengusaha Batik Usulkan Permudah Akses

Pengusaha batik di Solo mengusulkan agar akses menuju Pasar Klewer bisa dipermudah. Sebab, saat ini pasar Klewer tak seramai dulu.

TribunSolo.com/Ahmad Syarifudin
Suasana di Pasar Klewer. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Para pedagang merasakan lesunya Pasar Klewer yang sudah tidak seramai dulu.

Pengurus Kampung Wisata Batik Kauman Solo Gunawan Setiawan mengusulkan agar pemerintah mempermudah akses ke pasar ini sehingga semakin banyak orang tertarik untuk berkunjung.

"Kebetulan kampung kami dekat dengan Pasar Klewer. Akses menuju klewer kurang lancar. Kita harus muter Alun-Alun, Supit Urang baru ke Klewer," tuturnya.

Ia mengusulkan, akses menuju Pasar Klewer dipermudah.

Dari Perempatan Gladak ke selatan langsung belok kanan melewati Masjid Agung Keraton Solo.

"Mungkin aksesnya bisa langsung tidak harus muter Supit Urang. Dari gladak lurus belok kanan lewat masjid. Supaya bisa langsung. Nanti bus bisa akses ke sana," jelasnya.

Baca juga: Pasar Klewer Tutup 2 Hari, Pedagang Pilih Berjualan di Depan Pasar:Ogah Kehilangan Cuan dari Pemudik

Menurutnya, pasar konsumen batik masih cukup menjanjikan.

Hal ini dibuktikan dari banyaknya outlet batik yang bermunculan di beberapa lokasi strategis.

"Kalau minat batik masih lumayan tinggi. Kampung Batik Laweyan, Kauman banyak toko baru muncul," jelasnya.

Hal ini menandakan permintaan batik yang masih cukup tinggi.

"Outlet batik muncul di Jalan Rajiman, Slamet Riyadi, Honggowongso. Berarti kan permintaan tinggi," terangnya.

Dengan mempermudah akses ke Pasar Klewer, para pedagang tradisional dapat memiliki posisi tawar lebih untuk bersaing dengan toko modern.

"Kalau bisa pemerintah kota Surakarta bisa mempermudah akses. Itu nanti bisa meningkatkan keterkunjungan," tuturnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved