Klaten Bersinar

Bupati Sri Mulyani Harapkan Peran Aktif Pelaksana PKH Genjot Penurunan Stunting & Kemiskinan Ekstrem

Tribunsolo.com/Ibnu Dwi Tamtomo
Bupati Klaten, Sri Mulyani saat membagikan bingkisan di kegiatan halal bi halal yang diikuti ratusan SDM Pelaksana PKH tingkat kabupaten hingga kecamatan di rumah makan Mbah /Lincah, Desa Pokak, Kecamatan Ceper, Klaten, Rabu (10/5/2023). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ibnu Dwi Tamtomo

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Lewat Program Keluarga Harapan (PKH), Bupati Klaten Sri Mulyani menargetkan penurunan angka stunting hingga kemiskinan ekstrem di Kabupaten Klaten.

Untuk itu, Sri Mulyani menekankan perlunya sinergitas antara Pemkab dan Sumber Daya Manusia (SDM) Pelaksana/Pendamping PKH agar hal tersebut bisa tercapai.

Hal tersebut disampaikan saat PKH Kabupaten Klaten menggelar kegiatan halal bi halal yang diikuti ratusan SDM Pelaksana PKH tingkat kabupaten hingga kecamatan di rumah makan Mbah Lincah, Desa Pokak, Kecamatan Ceper, Klaten, Rabu (10/5/2023).

Pernyataan serupa juga diungkap Sekretaris Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana (Dinsos dan P3APPKB) Klaten, Yoenanto Sinung Noegroho.

"Pendamping PKH atau SDM pelaksana PKH adalah kepanjangan tangan pemerintah dalam rangka pengentasan kemiskinan di Indonesia," kata Yoenanto.

"Pendamping PKH menjadi tentara bagi Kemensos dalam rangka memerangi kemiskinan," terangnya.

Mereka dipersenjatai dengan ilmu guna membuka pemikiran dan pengetahuan para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH untuk meningkatkan taraf hidup yang lebih baik.

"Yang pada akhirnya nanti, mereka akan lulus dari PKH dan lepas dari kemiskinan saat ini," ungkapnya.

Baca juga: Bangga! Atlet Pencak Silat Asal Trucuk Klaten Sumbang Emas di Ajang SEA Games 2023 Kamboja

Baca juga: Pesan Bupati Sri Mulyani ke Kapolres Klaten AKBP Warsono : Mari Bersinergi, Bangun Klaten Lebih Baik

Untuk diketahui bahwa di Kabupaten Klaten sendiri saat ini terdapat pendampingan diberikan untuk 62.529 KPM serta 219 Kelompok Usaha Bersama Program Keluarga Harapan (Kube-PKH) yang tersebar di 26 kecamatan di Kabupaten Klaten.

Dengan jumlah Pendamping PKH yang mencapai 225 orang, yang terdiri dari 222 Pendamping PKH dan 3 Koordinator Pendamping PKH ia yakin pengentasan kemiskinan dapat terwujud.

Sementara itu, Bupati Klaten Sri Mulyani memberikan apresiasi atas kerja keras seluruh Pendamping PKH yang terjun langsung ke lapangan.

Pada kesempatan itu, ia sekaligus meminta seluruh SDM Pelaksana PKH ikut membantu pemerintah dalam menekan angka kemiskinan ekstrem dan stunting.

“Saat ini pemerintah tengah berupaya melakukan berbagai langkah untuk mengatasi angka kemiskinan utamanya kemiskinan ekstrem dan persoalan stunting," kata Sri Mulyani.

"Kami berharap seluruh SDM PKH juga ikut bersama sama mengatasi persoalan ini," imbuhnya.

Ia berharap para Pendamping PKG melalui program kerja dapat meluluskan KPM PKH yang berkualitas.

"Dengan program PKH ini dapat menumbuh kembangkan lulusan yang kreatif ekonomi serta memunculkan ibu-ibu enterpreneur yang memiliki dampak sosial di lingkungannya," katanya.

"Serta dapat melahirkan anak-anak berprestasi di berbagai bidang sehingga PKH dapat mewujudkan SDM yang unggul untuk Indonesia yang sejahtera," pungkasnya.

Dalam kegiatan tersebut Bupati Klaten juga menyerahkan 10 paket sembako untuk anak yatim sebagai ujud kepeduian para Pendamping PKH.

(*/adv)