Klaten Bersinar
Masjid Agung Al Aqsha Klaten Punya Alat Jagal 'Restraining Box' Persingkat Proses Penyembelihan Sapi
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ibnu Dwi Tamtomo
TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Beragam metode dilakukan takmir masjid hingga juru sembelih untuk membuat proses penyembelihan berlangsung aman dan lancar.
Namun banyak cerita yang mengiringi proses penyembelihan hewan kurban khususnya sapi.
Diantaranya, sapi yang lari saat akan disembelih, atau menendang bahkan hingga diseruduk jadi hal mudah ditemui di media sosial saat momen Idul Adha.
Baca juga: Potret Bupati Klaten dan Ribuan Jemaah Rayakan Idul Adha 1444 H di Masjid Agung Al Aqsha
Hal itu membuat Takmir Masjid Agung Al Aqsha mencari cara untuk membuat momen ibadah tersebut menjadi aman dan lancar.
Sehingga tahun ini diputuskan menggunakan metode baru dalam proses penyembelihan hewan kurban.
Yakni menggunakan alat yang dinamakan restraining box atau kotak perebah sapi.
Cara kerja alat khusus pemotong hewan kurban ini sangat sederhana.
Awalnya, hewan kurban cukup dituntun dari kandang dan masuk ke restraining box.
Baca juga: Sri Mulyani Salurkan Hewan Kurban untuk Klaten dari Puan Maharani dan Anggota DPD RI Casytha
Selanjutnya hewan diikat pada dinding yang di bagian sudutnya sudah terpasang roda.
Setelah dipastikan hewan terikat kuat, kait pengunci pada dinding dilepas dan sapi hanya perlu direbahkan saja.
Adanya roda pada dinding juga mempermudah tim penyembelihan untuk menempatkan sapi pada posisi yang di inginkan.
Dari pantauan TribunSolo.com di lokasi, hanya butuh waktu kurang dari 15 menit, dari mulai di ikat hingga selesai di sembelih.
Kemudian, setelah itu dapat dilanjutkan dengan memotongnya menjadi beberapa bagian untuk mempermudah dalam membagi kepada masyarakat.
Dikonfirmasi oleh TribunSolo.com, Bendahara Umum Masjid Agung Al Aqsha, Putra Ishamudin mengungkapkan jika alat bantu tersebut baru pertama kali digunakan.
Baca juga: Pastikan Daging Kurban Aman Dikonsumsi, DKPP Klaten Terjunkan 25 Tim Sasar Lokasi Penyembelihan
"Dengan menggunakan alat ini, proses penyembelihan lebih layak, lebih ramah (tidak menyakiti sapi) dan lebih memudahkan," jelasnya.
"Ini baru tahun ini menggunakan alat ini," tambahnya.
Ia mengungkapkan jika alat tersebut bisa dipergunakan olah masyarakat lainnya. Terlebih jika memiliki jumlah sapi yang banyak.
Bagi warga yang ingin menggunakan alat tersebut bisa mendatangi Takmir Masjid Agung Al Aqsha, lantaran alat tersebut tidak bisa dipindahkan, karena sudah permanen dan di kunci di lokasi tersebut.
Selain aman dalam prosesnya, pria yang akrab disapa Isham itu menuturkan bahwa dengan metode tersebut memperkecil kemungkinan sapi lari saat akan disembelih.
Dari informasi yang berhasil di himpun TribunSolo.com melalui aplikasi e-commerce harga alat tersebut berkisar Rp 8 juta hingga puluhan juta rupiah tergantung pada fitur yang dimiliki.
Untuk harga termurah akan mendapatkan restraining box dengan berbahan pipa galvanis anti karat ukuran 1 1/4 inchi dan 1,5 inchi yang dilengkapi dengan 5 buah roda yang terpasang pada salah satu dinding.
Sedangkan untuk restraining box dengan harga Rp 70 juta akan dilengkapi penggerak hidrolik yang mampu menahan beban hingga 1 ton.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Situasi-saat-penyembelihan-hewan-kurban-di-Masjid-Agung-Al-Aqsha-Klaten.jpg)