Berita Solo

Beredar Baliho Jokowi Pilih Ganjar di Kawasan Tugu Makutho, PDIP: Bukan dari Kami

Belum lama ini muncul Baliho Jokowi memilih Ganjar. Ini seakan menegaskan posisi Presiden Jokowi tetap di PDIP.

Tayang:
TribunSolo.com/Ahmad Syarifudin
Baliho Ganjar - Jokowi yang dipasang di Jalan Adi Sucipto. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Setelah sebelumnya beredar baliho Presiden Joko Widodo bersama Bacapres Gerindra Prabowo Subianto, kini beredar baliho yang menyatakan bahwa Jokowi memilih Ganjar untuk meneruskan kepemimpinannya.

Baliho tersebut terpasang di Jalan Adi Sucipto dekat Tugu Makutho.

Di situ tertulis "Terus maju bersama Ganjar."

Ada pula perkataan Presiden Jokowi yang tertulis, "Saya memilih Ganjar Pranowo untuk meneruskan kepemimpinan Indonesia."

Kepala Bappilu DPC PDIP Solo Her Suprabu menjelaskan, sejauh ini belum ada baliho yang dipasang secara resmi oleh pihaknya.

Sebab, pihaknya saat ini sedang fokus sosialisasi.

"Sampai saat ini belum. Bappilu belum. Karena saat ini belum memasuki masa kampanye. Kita belum ada pemasangan atribut. Karena baru sosialisasi," terangnya saat ditemui di Kantor Wali Kota Solo, Jumat (21/7/2023).

Ia pun menduga pemasangan ini dilakukan secara mandiri oleh simpatisan.

Baca juga: Alasan PSI Belum Gabung Koalisi PDIP Meski Dukung Ganjar, Grace Natalie : Tegak Lurus Arahan Jokowi

"Ya mungkin dari relawan atau masyarakat yang bersimpati ya monggo. Kalau resmi dari Bappilu kami belum ada pemasangan atribut," jelasnya.

Pemasangan ini seakan menjadi balasan yang menegaskan bahwa Presiden Jokowi tetap sebagai kader PDIP yang akan mendukung Bacapres PDIP Ganjar Pranowo.

Sebelumnya baliho yang menampilkan Bacapres Gerindra Prabowo Subianto dan Jokowi juga beredar dan menggambarkan kedekatan keduanya.

Menurut Her Suprabu, hal ini wajar karena Presiden Jokowi merupakan tokoh bangsa.

"Ya Pak Jokowi kan presiden. Beliau tokoh bangsa. Semua pasti pengin dekat dengan beliau," terangnya.

Tentunya kesan kedekatan dengan Presiden Jokowi cukup menguntungkan bagi tokoh yang ingin menaikkan nama.

"Itu kan persepsi masyarakat. Beliau secara pribadi kan kader PDI Perjuangan. Selama ini kita juga belum memakai itu," ungkapnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved