Klaten Bersinar

Sawah Jadi Sirkuit, Puluhan Traktor Adu Kecepatan di Karangduren Klaten

TRIBUNSOLO.COM/Ibnu DT
Traktor yang sedang dilakukan pengecekan sebelum bertanding lomba traktor di Desa Karangduren, Kecamatan Kebonarum, Klaten, Sabtu (29/7/2023) siang. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ibnu Dwi Tamtomo

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Uniknya lomba di Desa Karangduren, Kecamatan Kebonarum, Klaten, Sabtu (29/7/2023) siang.   

Puluhan orang berlomba jadi yang tercepat menggunakan traktor di lahan persawahan yang sudah disulap menjadi lintasan balap. 

Nantinya, kegiatan tersebut akan diselenggarakan selama dua hari yakni Sabtu dan Minggu (29-30/7/2023). 

Ketua Lomba Balap Traktor, Sukardi (45) mengatakan jika kegiatan ini diselenggarakan untuk memeriahkan HUT ke-78 Kemerdekaan RI yang di ikuti puluhan peserta. 

Baca juga: Bupati Sri Mulyani Ungkap Prestasi Kabupaten Klaten saat Upacara Hari Jadi ke-219 Klaten

Selain itu kegiatan ini adalah inisiatif dari para buruh traktor yang tergabung dari Traktor Mania Klaten.

"Di ikuti 32 peserta dari berbagai daerah. Selain dari anggota Traktor Mania Klaten, ada juga dari (Kabupaten) Sragen," tegas Sukardi.

Dikatakan Sukardi, jika kegiatan ini tidak hanya diikuti oleh orang dewasa saja, 16 anak-anak juga ikut memeriahkan balap traktor ini.

Khusus untuk kategori anak-anak maksimal anak yang berusia di kelas 6 sekolah dasar.

"Dalam satu kali pertandingan nanti ada 2 traktor yang terbagi dalam 2 lintasan." 

"Ini kita buat 2 lintasan untuk keamanan, biar tidak ada tabrakan saat perlombaan berlangsung," tegasnya. 

Baca juga: Momen Upacara Hari Jadi ke-219 Klaten di Alun-alun Klaten, Dihadiri Wamendes Paiman Raharjo

Aturannya cukup sederhana, peserta dinyatakan menang, apabila jadi yang pertama melintasi garis finis usai melibas lintasan sepanjang 200 meter dalam 2 putaran. 

Bentuk lintasannya menyerupai persegi panjang dengan garis awal dan akhir sejajar di ujung lintasan. 

Sehingga total ada 6 piala yang diperebutkan juara 1,2 dan 3 untuk kategori Amatir (Junior) serta juara 1,2 dan 3 untuk kategori Profesional (Senior) ditambah 1 juara umum balap traktor untuk kategori Profesional (Senior). 

Sukardi melanjutkan, terkait soal hal teknis, mesin yang digunakan satu tipe yakni mesin diesel dengan tenaga 8,5 PK (Paardenkracht). 

Dari pantauan TrinbunSolo.com, sebelum bertanding semua peserta diwajibkan untuk melakukan pengecekan teknis yang dilakukan oleh Tim Sales Marketing Kubota, Wahyudi. 

Baca juga: Sederet Prestasi Pemkab Klaten Jadi Kado di HUT ke-219 Klaten

Ia mengungkapkan jika sebelum bertanding beberapa bagian harus dipastikan sesuai kesepakatan perlombaan. 

"Untuk puli mesin harus puli 100mm, sedangkan untuk diameter roda berukuran 70-75 cm dengan lebar 40 cm," ucapnya. 

"Ini dilakukan biar adil, karena tahun kemarin ada yang merubah puli menjadi lebih kecil, ukuran ban juga lebih lebar," tambahnya.

Diakuinya bahwa kegiatan tersebut merupakan hal pertama dilakukan di Pulau Jawa, perlombaan serupa. 

"Kalau di Pulau Jawa, Klaten jadi yang pertama menyelenggarakan,"

"Tapi kalau event yang mengundang kami secara resmi (untuk pengecekan standar teknik) ini pertama kali di Indonesia," ungkapnya.

(*)