Klaten Bersinar

Gempur Rokok Ilegal Lewat Pagelaran Wayang Kulit, Bupati Sri Mulyani Ingatkan Peran Serta Masyarakat

Dokumentasi Diskominfo Kabupaten Klaten
Bupati Klaten, Sri Mulyani saat mengikuti kegiatan Pagelaran Wayang Kulit dalam rangka sosialisasi Gempur Rokok Ilegal di gelar di Alun-alun Klaten oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Klaten, Sabtu (29/7/2023) malam. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ibnu Dwi Tamtomo

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Pagelaran Wayang Kulit dalam rangka sosialisasi Gempur Rokok Ilegal digelar di Alun-alun Klaten oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Klaten, Sabtu (29/7/2023) malam. 

Kegiatan tersebut dibanjiri ribuan masyarakat Klaten yang duduk melawan dinginnya udara malam. 

Tampil sebagai dalang, Ki Bayu Aji dengan lakon "Wahyu Purbo Sejati". 

Dari pantauan TribunSolo.com langgam jawa Klaten Bersinar menjadi pembuka pagelaran wayang kulit Gempur Rokok Ilegal. 

Baca juga: Ada Klaten Lurik Carnival Digelar Hari Minggu ini Mulai Pukul 2 Siang, Simak Lokasinya!

Kampanye gempur rokok ilegal disampaikan dalam sesi goro-goro dengan diselingi komedi sehingga pesan yang disampaikan terasa lebih ringan dan mudah dipahami.

Dalam acara tersebut, turut diserahkan hadiah dan piala oleh Bupati Klaten kepada pemenang turnamen futsal, festival film pendek, dan lomba poster dalam rangka pencegahan peredaran rokok ilegal, serta penyerahan penghargaan kepada juara Klaten Fire Safety Challenge.

Bupati juga menyerahkan bantuan dari Baznas Klaten kepada masyarakat yang membutuhkan.

Diungkapkan Kepala Diskominfo Klaten, Amin Mustofa jika pagelaran wayang tersebut dijadikan media kampanye pencegahan peredaran rokok ilegal atau non-cukai di kalangan masyarakat Klaten. 

Adapun pagelaran wayang kulit ini diselenggarakan dengan memanfaatkan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH CHT) tahun 2023 yang dialokasikan Kementerian Keuangan melalui Diskominfo Kabupaten Klaten.

Baca juga: Bupati Sri Mulyani Ungkap Prestasi Kabupaten Klaten saat Upacara Hari Jadi ke-219 Klaten

"Wayang dipilih karena dinilai sebagai media komunikasi yang efektif dan dapat menyampaikan pesan dengan baik kepada masyarakat. 

"Sehingga diharapkan pesan dari kampanye gempur rokok ilegal dapat dipahami dengan baik oleh masyarakat," ungkapnya.

Pagelaran ini sekaligus menyemarakkan rangkaian Hari Jadi ke-219 Kabupaten Klaten dan menyambut HUT ke-78 Republik Indonesia. 

Lewat pagelaran wayang kulit ini, Amin berharap masyarakat dapat turut serta mengambil peran dalam pembangunan di Kabupaten Klaten seperti tema Hari Jadi Klaten tahun ini, "Saiyeg Saeka Praya".

"Melalui pagelaran wayang kulit ini, kami berharap semangat Saiyeg Saeka Praya dapat menyebar ke seluruh lapisan masyarakat sehingga terjawantahkan lewat gerakan saling bergotong-royong dan bersatu-padu membangun Kabupaten Klaten yang semakin maju, mandiri dan sejahtera," katanya.

Senada dengan Amin, Pemeriksa Beacukai Ahli Pertama, Intania Rizal Febrianti membenarkan jika kegiatan tersebut terselenggara dengan menggunakan DBH CHT tahun 2023. 

Baca juga: Momen Upacara Hari Jadi ke-219 Klaten di Alun-alun Klaten, Dihadiri Wamendes Paiman Raharjo

"Kegiatan tersebut memang dimaksudkan untuk sosialisasi dan penindakan rokok ilegal," tambahnya. 

Lebih lanjut, ia menghimbau masyarakat agar selalu mengkonsumsi rokok legal. 

"Karena rokok legal itu dapat kembali lagi ke masyarakat dalam bentuk Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau," tegasnya. 

Pada kesempatan itu, ia juga turut menjelaskan ciri rokok ilegal. 

"Ada empat yakni tidak ada pita cukai, menggunakan pita cukai bekas, rokok pita cukai palsu, dan pita cukai berbeda tidak sesuai nama perusahaan,” katanya.

Upaya gempur rokok illegal membutuhkan pengetahuan yang menyeluruh, atas hukum dan perundang-undangan yang mendasarinya, sehingga nanti diharapkan Pemerintah dan masyarakat mampu bersinergi untuk bersama-sama memerangi hadirnya rokok ilegal.

Bupati Klaten, Sri Mulyani mengapresiasi penyelenggaraan pagelaran wayang kulit tersebut. 

Menurutnya pagelaran ini menjadi wujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas karunia-Nya sehingga Kabupaten Klaten dapat menapaki usia 219 di tahun ini.

"Kegiatan ini sekaligus bentuk pelestarian budaya di Kabupaten Klaten."

"Di mana, Kabupaten Klaten juga memiliki potensi daerah sebagai pusat seni pewayangan dan pedalangan," paparnya.

Ia juga menyampaikan pentas seni dapat menjadi ajang sosialisasi program-program pemerintah lainnya, terutama pembangunan daerah.

"Lewat kegiatan ini, kami selaku Pemerintah Kabupaten Klaten mengajak seluruh stakeholder dan lapisan masyarakat untuk turut serta dalam pembangunan Kabupaten Klaten."

"Karena, dalam mewujudkan Klaten yang maju, mandiri, dan sejahtera, tidak dapat berjalan sendiri. Perlu adanya peran serta masyarakat," pungkasnya.

(*/adv)