Pendidikan

Geger Ospek UIN Solo Disponsori Pinjol: Maba Dipaksa Senior Serahkan Foto Selfie KTP ke Pinjol

Salah satu mahasiswa mengaku dipaksa untuk mendaftar dua dari tiga aplikasi yang menjadi sponsor PBAK, yakni Akulaku dan Aladin.

Tayang: | Diperbarui:
TribunSolo.com/Zharfan Muhana
Sejumlah mahasiswa baru UIN RM Said atau UIn Solo berkumpul di wilayah kampus, Selasa (8/8/2023). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Zharfan Muhana

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Mahasiswa baru yang tengah mengikuti ospek atau pembekalan pengenalan budaya dan akademik kampus (PBAK) 2023 di Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta ternyata mengalami pemaksaan.

Salah satu mahasiswa baru berinisial D, mengaku dipaksa seniornya untuk melakukan registrasi aplikasi pinjaman online (pinjol) pada hari pertama pembekalan.

Otomatis data diri dan foto KTP D kala itu kini diketahui dan dimiliki oleh pinjol. 

"Waktu itu aslinya saya tidak mau regis (daftar), tapi dipaksa sama pihak mentor pendamping (MP)," ujar D kepada TribunSolo.com, Selasa (8/8/2023).

Dirinya mengaku dipaksa untuk mendaftar dua dari tiga aplikasi yang menjadi sponsor PBAK.

Ia sempat berusaha mengelak dengan kembali mempertanyakan tak ada kewajiban dirinya untuk mendaftar tiga aplikasi tersebut.

"Saya ngelak, buat apa regis-regis kayak gitu (aplikasi)? Wong ya orang tua saya masih bisa nyukupin kebutuhan saya di sini," jelasnya.

Baca juga: Pengakuan Maba UIN Raden Mas Said Surakarta yang Diminta Daftar Pinjol, Takut Data Disalahgunakan

Baca juga: Saran Rektor UIN RM Said Solo buat Mahasiswa Baru yang Sudah Daftar Pinjol : Aplikasi Di-uninstall

Saat ia mengucapkan hal tersebut, salah satu sales lalu menghampiri dirinya.

"Salesnya itu menghampiri saya, malah HP saya diambil paksa sama dia (sales)" ucap mahasiswa tersebut.

D sebelumnya juga sudah memberikan alasan kalau penyimpanan HP-nya sudah penuh.

Ketika waktu sudah menunjukkan waktu salat, D tidak diperbolehkan pergi.

"Harus regis dulu (sebelum pergi)," paparnya.

Beberapa data diri yang diminta saat registrasi sendiri diantaranya meminta foto KTP, dan selfie dengan KTP.

"Ya paling bahaya ya KTP itu, saya sudah curiga. Sama masukan nomer orang terdekat," tutupnya.

(*)

 

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved