Seputar Keuangan Milenial
Hasil Survei : Mayoritas Gen-Z di Indonesia Ternyata Merasa Penting Beli Rumah
Harga yang makin mahal setiap tahunnya ternyata yang menjadi alasan 43 persen Gen Z ingin membeli properti.
Penulis: Tribun Network | Editor: Reza Dwi Wijayanti
TRIBUNSOLO.COM - Mayoritas dari Generasi Z (Gen Z) sudah berada di tingkatan mahasiswa, dengan status lajang atau belum menikah.
Sehingga kini Gen Z sudah menjadi target di bidang properti.
Melansir dari Kompas.com, ternyata mayoritas Gen Z merasa penting beli rumah.
Hal ini diketahui dari hasil survei yang diadakan Jakpat.
Baca juga: Cara Investasi Emas untuk Pemula, Ternyata Bisa Pakai Modal Rp100 Ribu
Laporan yang melibatkan 1.194 responden dari kalangan Gen Z ini menunjukkan apa saja jenis investasi properti yang mereka incar, dan persiapan keuangan dalam mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR), dan pandangan mengenai sewa properti.
Hasil survei menyatakan bahwa tiga dari dari lima responden berencana untuk membeli properti di masa mendatang.
Lahan kosong adalah pilihan terbanyak yang mana 69 persen Gen Z berpikir untuk berinvestasi pada properti tersebut.
Sementara itu, 30 persen dari mereka berencana membeli rumah tapak.
Tujuan Gen Z Ingin Beli Properti
Sebanyak 75 persen Gen Z membeli properti sebagai investasi.
Harga yang makin mahal setiap tahunnya ternyata yang menjadi alasan 43 persen Gen Z ingin membeli properti.
Pertimbangan lainnya adalah sebagai tempat tinggal (40 persen) dan kebutuhan bisnis (36 persen).
Laporan Jakpat juga menemukan bahwa lokasi dan akses properti adalah penentu utama bagi Gen Z dalam memilih properti yang ingin dibeli (79 persen).
Lokasi yang diminati adalah yang dekat dengan akses ke pusat kota dan fasilitas publik.
"Saat ini, alasan utama mereka ingin membeli properti, khususnya tanah atau lahan kosong, adalah sebagai bentuk investasi untuk masa depan."
"Hal ini diperkuat dengan faktor pertimbangan utamanya adalah faktor lokasi dan akses properti, serta kondisi lingkungan sekitar."
"Harapannya, faktor-faktor tersebut nantinya dapat menaikkan nilai properti mereka sebagai produk investasi," ujar Head of Research Jakpat, Aska Primardi dalam keterangan pers dikutip Tribunsolo.com dari Kompas.com.
Selain itu, investasi properti juga direncanakan untuk menjadi passive income (pendapatan pasif) dengan cara menyewakannya.
"Minat ini muncul karena adanya visi untuk mencapai kondisi financial freedom di masa mendatang," tambahnya.
Ternyata Jabodetabek adalah wilayah impian bagi Gen Z untuk membeli properti.
Sebab hanya 6 persen dari responden yang tertarik untuk membeli properti di luar Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.
Persiapan Gen Z
Sebanyak 29 persen Gen Z berencana membeli properti dalam 1-3 tahun mendatang.
Sementara itu, 27 persen responden merencanakan hal serupa dalam 4-5 tahun lagi dan 20 persen lainnya memproyeksikannya lebih dari 5 tahun lagi.
Dua dari lima Gen Z lebih memilih untuk membeli properti dengan kocek sendiri.
Baca juga: Jalan Rusak di Gondangrejo Segera Mulus, Harga Rumah di Kawasan Sekitar Bisa Terkatrol Naik
Kemudian, 36 persen berencana membelinya bersama pasangan dan 31 persen dibantu orang tua.
Dan hanya ada 10 persen yang berniat membeli properti bersama rekan bisnis.
Bagaimana pertimbangan Gen Z soal KPR?
Satu dari empat Gen Z berencana membeli properti dengan cara Kredit Pemilikan Rumah (KPR).
Mayoritas dari mereka yang memilih opsi ini berniat memilih tenor 10 tahun.
Ada berbagai alasan dalam mempertimbangkan besaran tenor yang dipilih, salah satunya kemampuan bayar cicilan (70 persen). (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/rumah-minimalis_20170414_222553.jpg)