Asian Games 2023

Hugo Samir Jadi Sasaran Rasisme Usai Indonesia Gagal di Asian Games 2023, Emosi Orangtua Ikut Kena

Emosi Hugo Samir memuncak ketika membaca komentar di akun Instagram pribadinya yang justru rasis bahkan hingga menghina keluarganya.

Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
Twitter.com/PSSI
Pesepak bola Timnas Indonesia U-20, Hugo Samir (kanan) saat berebut bola dengan pesepak bola New Zealand dalam laga uji coba Internasional U-20 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (19/2/2023) 

TRIBUNSOLO.COM – Pemain yang dipinjamkan Persis Solo ke Borneo FC, Hugo Samir mengaku menjadi korban rasisme di media sosial.

Hal itu terjadi setelah Hugo Samir diganjar kartu merah saat Timnas Indonesia U-24 menghadapi Uzbekistan U-24 pada babak 16 besar Asian Games 2023.

Keluarnya Hugo Samir membuat Timnas Indonesia kalah jumlah dan tidak bisa maksimal membangun serangan.

Baca juga: Profil Hugo Samir, Jebolan Persis Youth Pencetak Gol di Asian Games 2023, Pernah Didera Kontroversi

Akibatnya, Uzbekistan menang dengan skor 2-0.

Sementara Hugo Samir dianggap sebagai pemain paling bertanggungjawab atas kegagalan Timnas Indonesia lolos 8 besar Asian Games 2023.

Terlihat di akun Instagram Hugo Samir yang langsung banyak mendapatkan komentar hujatan dari warganet.

Pemain berusia 18 tahun itu mengakui dirinya mendapatkan banyak komentar berisi cacian hingga hujatan.

Emosinya memuncak ketika membaca komentar di akun Instagram pribadinya yang justru rasis bahkan hingga menghina keluarganya.

Baca juga: Persis Solo vs Persija Jakarta : Tribun VIP Stadion Manahan Dikosongkan, Antisipasi Suporter Tamu

“Kalau saya sih tidak dengerin itu, tidak apa-apa kalau beri masukan saya itu dengerin, atau hujatan ya biasa tapi saya tidak terima kalau mereka sampai rasis, kalau rasis ke saya tidak apa-apa lah, tapi ini sampai ke keluarga saya, orang tua saya, itu yang saya tidak suka,” kata Hugo dikutip dari Tribunnews, Jumat (29/9/2023).

“Ya jadi saya maklumi juga kan mereka mau kita bagus, tapi bukan tidak terima, saya terima (hujatan) tapi ke saya sendiri bukan ke keluarga saya. Itu karena ulah saya sendiri, jadi saya harus tanggung jawab,” sambungnya.

Mengenai hujatan rasis yang dilontarkan warganet kepada dirinya dan keluarga, Hugo justru menantang warganet tersebut untuk bertemu langsung.

Ia ingin tahu apakah haters itu bisa melontarkannya secara langsung kepada dirinya, bukan ke keluarganya.

Baca juga: Persis Solo Vs Persija Jakarta, 3 Pemain Asing Laskar Sambernyawa dan Sananta Tak Bisa Dimainkan

“Kalua saya, saya maunya ketemu langsung saja, kan biar mereka enak ngomong depan saya saja, kalau berani sih,” ujar pemain Borneo FC tersebut.

“Kalau ke saya, saya saya tidak peduli mau rasis, hujat saya tidak dengerin tapi kalau sampai ke orang tua ya saya tidak sukanya di situ saja,” pungkasnya.

Sementara itu, sang ayah, Jacksen F Tiago terus memberikan motivasi kepada Hugo yang mendapatkan hinaan.

Bahkan dalam unggahan di instagramnya, Jacksen turut menandai orang-orang yang telah menghina Hugo dan dirinya.

“They call us monkey. But, I'm sure all of them wants to have our beautiful life and successful life. Manusia tidak pernah lempar batu ke pohon yang tidak berbuah @tuakmanis5 @mohammadkabir91 little racist,” tulis Jacksen.

(*)

 
Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved