Viral ASN Boyolali Diarahkan Tak Netral

DPC PDIP Boyolali Curigai Curhat Video ASN Perempuan Setingan Belaka : Seragam ASN Dijual Bebas

DPC PDIP Boyolali menanggapi santai video itu, tapi curiga ada pihak yang sengaja membuat video itu demi menjatuhkan PDIP Boyolali

TribunSolo.com/Tri Widodo
Ketua DPC PDIP Boyolali Susetya Kusuma Dwi Hartanta (kiri) dan Sekretaris DPC PDIP Boyolali Marsono 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Viralnya video perempuan mengenakan seragam dinas aparatur sipil negara (ASN) yang curhat diminta memenangkan salah satu partai dan calon presiden (capres) dalam pemilu 2024.

Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Boyolali menanggapi santai video itu.

Karena menurut DPC PDIP Boyolali hal itu tak dilakukan seperti yang dituduhkan perempuan dalam video itu.

"Tidak pernah menyampaikan atau menyuruh jaringan ASN untuk melakukan satu kegiatan terutama untuk pengumpulan dana yang endingnya untuk pemenangan untuk event politik," kata Ketua DPC PDI P Boyolali, Susetya Kusuma Dwi Hartanta, Kamis (16/11/2023).

Susetya justru curiga ada pihak yang sengaja membuat video itu untuk menjatuhkan PDIP di Boyolali.

Tak mau menuduh siapapun, Susetya menyebut video itu sengaja dibuat pihak tertentu untuk menjatuhkan PDIP.

Baca juga: Imbauan Bupati Said Hidayat pasca Video Viral ASN Boyolali Diarahkan Tak Netral

Baca juga: Viral Video Diduga ASN Boyolali Curhat Diarahkan Buat Menangkan Salah Satu Partai & Capres

Karena memang, PDIP di Boyolali yang menjadi sebuah partai besar, pemenang pemilu, dengan 35 dari 45 kursi dewan membuat lawan politik berusaha menumbangkan.

Bak pohon besar, yang banyak orang berusaha buat menumbangkannya. Salah satunya melalui video itu.

"Ketika saya cermati (video), dengan isinya, cara logat dan gaya. kami sangsi (curiga), kalau itu asli. Kalau saya melihat itu adalah sebuah setingan," tegas Susetya.

"Apakah itu ASN Boyolali? Kalau saya berpikiran, golek baju, golek emblem e gampang, mudah (Cari baju dan bed ASN dapat dengan mudah)," jelasnya.

Beredar video itu membuat DPC kian menguatkan PAC (pengurus tingkat Kecamatan) dan Caleg yang bertarung di Pileg 2024.

"Dengan isu-isu seperti ini saya harus menguatkan hingga ke akar-akar. Bahwa PDI Perjuangan tidak seperti itu," pungkasnya.

(*)

 

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved