Klaten Bersinar

Klaten KLB Polio Usai 1 Anak Positif, Bupati Sri Mulyani Turunkan Tim Dinkes Antisipasi Penularan

Tribunsolo.com/Ibnu Dwi Tamtomo
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten Anggit Budiarto. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ibnu Dwi Tamtomo

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Bupati Klaten Sri Mulyani gerak cepat antisipasi penularan virus polio usai satu anak asal Kecamatan Manisrenggo, Klaten dinyatakan positif dengan menerjunkan tim tenaga kesehatan.

"Saya sudah minta Kepala Dinas Kesehatan untuk menyisir, dan memetakan agar ini tidak menyebar," tegas Bupati Sri Mulyani ditemui usai memimpin rapat koordinasi di Pendopo Pemkab Klaten, Selasa (2/12/2024).

"Saya juga meminta jajaran Dinas Kesehatan untuk memberikan pelayanan pelayanan terbaik sesuai dengan jenis (penyakitnya)," imbuhnya.

Baca juga: Malam Tahun Baru 2024, Sri Mulyani dan Masyarakat Klaten Joget Bareng Nikmati Pesta Kembang Api

Saat dikonfirmasi kepada Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten Anggit Budiarto jika pihaknya mendapati satu kasus polio itu pada Desember 2023 lalu.

Bupati Klaten Sri Mulyani
Bupati Klaten Sri Mulyani (Tribunsolo.com/Ibnu Dwi Tamtomo)

"Anak perempuan umur enam tahun domisili di (Kecamatan) Manisrenggo. (Anak) itu habis pulang (ke Klaten) dari sebelumnya ikut ibunya di Sampang, Madura, untuk lahiran anak ketiga."

"Di sana (Sampang, Madura) selama 1,5 bulan," kata Anggit saat ditemui usai mengikuti rapat koordinasi yang dipimpin Bupati Sri Mulyani.

Ia mengungkapkan, gejala polio mulai terlihat usai anak tersebut menderita demam selama emat hari dan diiringi melemahkan otot kaki sepulang dari bepergian ke Kabupaten Sampang, Jawa Timur bersama orang tuanya.

Anggit melanjutkan bahwa setelah hari ke empat demamnya turun, anak tersebut mengalami penurunan kekuatan pada otot kakinya, kemudian membawa anak tersebut untuk berobat ke RSUP dr Sardjito Yogyakarta.

"Tanggal 20 Desember 2023, keluar hasil uji laboratorium biofarma. Dari hasil itu dinyatakan positif ada virus polio," ungkap Anggit.

Namun kini, Anggit menegaskan kondisi anak perempuan berumur enam tahun itu berangsur membaik.

Saat ini anak tersebut menjalani rawat jalan sekaligus fisioterapi rutin untuk meningkatkan kekuatan otot kakinya.

Baca juga: Soft Opening The Gondang Park, Bupati Sri Mulyani : Semoga Ikut Dorong Kemajuan Wisata Klaten

Atas temuan kasus polio di Manisrenggo itu, Anggit mengatakan Kemenkes sudah menetapkan Klaten sebagai daerah terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB) polio.

"Kemenkes sudah mengeluarkan surat pada 22 Desember 2023 dan ditindaklanjuti dari Dinas Kesehatan Provinsi Jateng pada 23 Desember 2023," kata dia.

KLB itu ditetapkan lantaran polio menjadi salah satu dari 17 jenis penyakit yang bisa menimbulkan wabah. Hal itu sesuai Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 1501/Menkes/Per/X/2010.

"Jadi definisinya, ada 17 penyakit termasuk polio, jika ada satu kasus yang sebelumnya tidak ada kasus, itu dinyatakan KLB. Sebelumnya sudah sangat lama di Klaten tidak ada kasus polio," ungkap dia. (*)