Internasional

Imbas Aksi Boikot oleh Pro Palestina, McDonald's Alami Kemorosotan Penjualan

Boikot produk yang mendukung Israel masih terus digaungkan oleh berbagai kalangan, salah satu yang kena imbas adalah McDonald

Tayang:
Brandon Bell / GETTY IMAGES AMERIKA UTARA / Getty Images via AFP
McDonald's mengaku merasakan dampak parah akibat seruan boikot, sebut ada misinformasi soal dukungan ke Israel di tengah serangan terhadap Gaza. 

TRIBUNSOLO.COM – Beberapa waktu lalu, pernyataan McDonalds sempat viral di media sosial setelah mereka mengumumkan membantu Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dengan mengirimkan makanan dan minuman.

Sejumlah warganet pun memberi stigma McDonalds sebagai perusahaan yang pro Israel, tidak hanya dari kalangan muslim saja, namun juga non-muslim.

Meskipun begitu, pihak McDonalds Indonesia sudah memberikan klarifikasi hingga mengirimkan bantuan ke Gaza.

Baca juga: Momen Menlu Retno Marsudi Walk Out, Saat Dubes Israel Sampaikan Pernyataan di Debat Terbuka DK PBB

Namun publik di luar negeri tak serta merta memaafkan McDonald’s.

Berbagai cara sudah dilakukan McDonalds untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat.

Imbas dari aksi boikot ini, penjualan McDonalds dilaporkan merosot.

Melansir Al Jazeera, prediksi angka penjualan dari gerai McDonalds yang sudah buka setidaknya satu tahun, bakal naik 3,4 persen pada periode Oktober-Desember.

Namun angka penjualan itu merosot, berdasarkan survey yang dilakukan analis dari FactSet.

Kenaikan 3,4 persen tidak sesuai perkiraan Wall Street yang sebelumnya memasang angka sebesar 4,7 persen.

CEO McDonalds Chris Kempczinski sebelumnya sempat mengakui jika informasi beredar mengenai perusahaan telah berdampak buruk pada penjualan perusahaan.

Baca juga: Ramai Boikot Produk yang Berkaitan dengan Israel, Menkop UKM Sebut Jadi Peluang Produk Indonesia

Chris menyebut banyak disinformasi dikaitkan dengan McDonald's yang akhirnya berdampak pada penjualan mereka di pasar Timur Tengah.

Di Malaysia, Indonesia, dan Prancis, Penjualan McDonald's pun turut terkoreksi.

"Selama perang (Israel-Hamas) ini masih berlangsung... kami memperkirakan tidak akan melihat adanya perbaikan (penjualan) yang signifikan (di pasar-pasar ini)," kata Chris dikutip dari BBC, Selasa (6/2/2024).

Imbas dari aksi boikot yang menggema, McDonald's kini membatasi jam kerja karyawannya untuk sementara waktu.

Beberapa gerai juga ditutup sebagai reaksi pasar.

(Magang Tribun Solo.com/Hadiyya)

 

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved