Viral
Sakit Hati Usai Putus Cinta, 2 Pemuda di Yogyakarta Ini Keliling Kota Sambil Bawa Celurit
Berikut ini kisah dua pemuda yang keliling jogja sambil bawa sajam berupa celurit, ternyata karena putus cinta
Penulis: Content Writer Tribun Solo | Editor: Naufal Hanif Putra Aji
TRIBUNSOLO.COM - Dua pemuda di Yogyakarta meresahkan warga, setelah mereka mengitari jalanan Kota Yogyakarta sambil bawa senjata tajam berupa celurit pada Minggu (31/3/2024).
Tindakan mereka ini ternyata didasari oleh rasa sakit hati karena putus cinta.
Baca juga: Viral Rombongan Remaja Dinarasikan Akan Tawuran di Jalan Sudirman, Polisi Bantah: Hanya Konvoi
Aksi dua pemuda yang sedang galau itu berhasil dihentikan polisi pada Minggu (31/3/2024) pagi sekitar pukul 05.00 WIB.
Kasi Humas Polresta Yogyakarta, AKP Dwi Daryanto menjelaskan dua pemuda yang diamankan berinisial KHR (20) dan FMA (20).
"Dari interograsi awal ngakunya kecewa putus cinta," ujar Dwi, Minggu (31/3/2024).
Karena kecewa, keduanya berkeliling Kota Yogyakarta untuk meluapkan emosinya.
Dari pengakuan kedua pemuda tersebut, siapapun bisa menjadi sasaran luapan emosi mereka.
"Sasaranya acak random saat bertemu di jalan raya," katanya.
Baca juga: Viral Pedagang Nasgor Diundang Reuni SMP, Awalnya Minder Padahal Omset Jualannya Cukup Fantastis
Menurut Dwi selama berkeliling kota, FMA dan KHR juga ditemani oleh beberapa orang dengan total 4 kendaraan motor.
Tetapi saat digeledah, hanya KHR dan FMA yang membawa celurit.
"Ada 4 motor (total) setelah dikejar dan tertangkap 1 unit sepeda motor, berisi 2 orang terlapor membawa celurit," kata dia.
Dia memastikan tidak ada korban saat kedua pelaku beraksi membawa celurit sepanjang 73 cm.
Karena terbukti membawa senjata tajam diruang publik, kedua pelaku dijerat dengan Pasal 2 Ayat (1) Undang-undang Darurat RI No. 12 tahun 1951.
“Belum ada korban, tapi kedua pelaku tetap kami tahan karena terbukti melakukan tindak pidana membawa senjata tajam dan kami kenakan Undang Undang Darurat,” ucap Dwi.
Pihaknya akan melakukan peningkatan edukasi kepada orangtua dan bekerja sama dengan sekolah-sekolah agar hal serupa tidak terjadi.
"Peningakatan dan mengefektifkan edukasi terhadap orang tua dan sekolah-sekolah dengan bekerjasama dengan stake holder," pungkasnya.
(Magang TribunSolo.Com/Ilham Dwi Rahman)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Klitih-Jogja.jpg)