SiMakmur
Bupati Etik Ingatkan RPJPD 2025-2045 Bakal Jadi Acuan Kepala Daerah Terpilih Sukoharjo Next Periode
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Anang Ma'ruf
TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Bupati Sukoharjo, Etik Suryani membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025 - 2045 di Gedung Menara Wijaya, kamis (4/4/2024).
Musrenbang Kabupaten Sukoharjo itu juga dihadiri pejabat-pejabat tinggi dari Pemerintah Kabupaten Sukoharjo.
Usai membuka acara Musrenbang, Bupati Sukoharjo Etik suryani menjelaskan Perencanaan pembangunan Daerah adalah suatu proses untuk menentukan kebijakan masa depan yang lebih baik.
"Kolaborasi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan berbagai pihak terkait dalam merumuskan RPJPD yang berkelanjutan dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat," ujar Etik, Kamis (4/4/2024).
Hal itu, merujuk pada Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional juncto Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017.
"Undang-undang tersebut memaparkan RPJPD merupakan perencanaan jangka panjang (20 tahun) yang akan menjadi pondasi umum guna perencanaan jangka menengah (RPJMD) yang akan disusun Kepala Daerah terpilih untuk perencanaan lima tahun kepemimpinannya," terangnya.
Baca juga: Hati-hati dan Jaga Kesehatan, Pesan Bupati Etik Suryani untuk Para Pemudik Sukoharjo
Lebih lanjut, Etik Suryani menuturkan pada tahun 2024 ini akan diselenggarakan pilkada serentak termasuk di Sukoharjo.
"Maka RPJPD yang kita susun ini akan menjadi acuan bagi semua calon Kepala Daerah yang ikut kontestasi pilkada untuk menentukan warna kebijakan lima tahun ke depan," terangnya.
Etik juga menyebut Kepala Daerah nanti akan menentukan program dan inovasi yang akan ditawarkan kepada masyarakat untuk periode tahun 2025-2029.
Menurut Etik, merencanakan pembangunan untuk jangka panjang dua puluh tahunan merupakan tantangan tersendiri bagi Pemerintah Daerah.
"Satu sisi kita dituntut untuk bisa mengantisipasi dari ketidakpastian jangka panjang, disisi lain kita dihadapkan pada tuntutan kebutuhan masyarakat yang bersifat jangka pendek," lanjutnya.
Selain itu, Etik berharap RPJPD yang telah tersusun memberi ruang yang memadai untuk proses evaluasi dan penyempurnaan secara berkala.
Baca juga: Upaya Pemkab Sukoharjo Bikin Mudik Nyaman, Jalan Berlubang di Tanjunganom dan Bekonang Ditambal
"Musrenbang tersebut saya harapkan dapat menjadi wadah untuk mendengar aspirasi dan masukan dari berbagai elemen masyarakat demi mencapai pembangunan yang inklusif dan berkeadilan," imbuh Etik.
Dalam kesempatan itu, Etik Suryani menambahkan ada beberapa hal yang perlu mendapatkan perhatian Pemerintah Kabupaten Sukoharjo.
Berdasarkan survey BPS sampai dengan tahun 2045 mendatang piramida penduduk Sukoharjo cenderung terbalik.
"Usia lansia (diatas 60 tahun) cenderung lebih besar dibanding usia produktif (15-60 tahun)," Kata Etik.
Satu sisi Pemerintah Kabupaten Sukoharjo butuh usia produktif yang berkualitas, disisi lain juga mengharapkan usia lansia yang produktif. Sehingga RPJPD yang ada mampu mewadahinya.
"Saya berharap pengembangan wilayah yang ada di Sukoharjo, benar-benar memperhatikan daya saing yang dimiliki daerah, sehingga kita mempunyai “pembeda” dengan daerah lain," tandasnya.
Di sisi lain kolaborasi dan inovasi di daerah dan antar daerah untuk terus dikembangkan untuk memperkuat pelaksanaan dan hasil-hasil pembangunan yang ada.
(*/adv)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Bupati-Sukoharjo-Etik-Suryani-membuka-Musrenbang-RPJPD-2025-2045-di-Gedung-Menara-Wijaya.jpg)