Klaten Bersinar
Kasus DBD di Klaten Jateng Meningkat, Bupati Sri Mulyani Serukan Warga Gotong Royong Masifkan PSN!
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ibnu Dwi Tamtomo
TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Bupati Klaten Sri Mulyani masifkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di setiap wilayah guna tekan Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Klaten yang terus meningkat.
Seruan tersebut disampaikan Bupati Sri Mulyani sebagai respon kasus kematian akibat DBD terus meningkat.
Tercatat hingga minggu ke-15 tahun 2024 terdapat 329 kasus, bahkan 17 diantaranya dinyatakan meninggal dunia.
"Rata-rata yang meninggal adalah anak-anak, tapi ada juga yang meninggal di usia 35 dan 50," jelas Bupati Sri Mulyani.
Guna menekan pertumbuhan kasus, pihaknya mendorong setiap elemen masyarakat untuk berkontribusi aktif dengan mengikuti PSN serentak.
"Menyikapi ini, kami jajaran pemerintah daerah akan ada pemberantasan sarang nyamuk. Nanti kita lakukan secara serentak dengan (melibatkan) seluruh komponen yang ada di masyarakat," ungkapnya.
Bupati Sri Mulyani menegaskan, kegiatan serupa akan terus digelar guna menekan pertumbuhan nyamuk penyebab kasus DBD.
Baca juga: Pesan Bupati Sri Mulyani ke JCH Kloter 96 asal Klaten Jateng, Jaga Kesehatan Agar Ibadah Maksimal
Berkaca dari kenaikan kasus yang terjadi, Bupati juga meminta kepada semua jajaran Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk rutin melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait faktor penyebab berkembang biaknya nyamuk aedes aegypti.
Dengan begitu, ia yakin, angka kasus DBD di Kabupaten Klaten bisa ditekan.
"Demam berdarah itu tidak identik dengan tempat yang kotor, malah terjadi di tempat air yang bersih seperti tempat penampungan air."
"Karena itu, sosialisasi kepada masyarakat harus terus kita lakukan bahwa tempat penampungan air itu harus sering-sering dibersihkan," imbuhnya.
Lebih lanjut ia mengungkapkan, kondisi cuaca juga memiliki peran penting dalam perkembangbiakan jentik nyamuk tersebut.
Bupati Sri Mulyani mengatakan jika kenaikan kasus tidak hanya terjadi di Kabupaten Klaten namun juga beberapa wilayah di Indonesia.
Seperti yang dikutip dari Tribunnews.com, per tanggal 18 Maret 2024, tercatat sebanyak 316 kasus kematian.
Angka kematian kasus DBD di Indonesia itu tergolong tinggi jika dibandingkan 4 tahun terakhir.
Tercatat, pada 2021, terdapat 705 kasus kematian, meningkat menjadi 1.236 kasus pada 2022, kemudian menurun menjadi 894 kasus pada 2023.
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten Anggit Budiarto sebaran kasus DBD di Klaten.
"Sebaran ada di Kecamatan Juwiring, Karangdowo, Pedan, Tulung, Klaten Selatan, Prambanan dan Bayat dengan rata-rata per kecamatan 2 kasus (kematian)," jelasnya.
Untuk itu pihaknya menghimbau kepada masyarakat agar tertib melakukan PSN di lingkungan rumah masing-masing.
"Pastikan tidak ada air yang menggenang. Bersama RT RW melakukan PSN yang rutin seminggu sekali di tempat-tempat umum," jelasnya.
"Apabila mengalami panas lebih dari dua hari, panas di hari ke tiga wajib dibawa ke pusat pelayanan kesehatan," pungkasnya.
(*/adv)