Pabrik Gula Tasikmadu Terbakar

Kesaksian Karyawan PG Tasikmadu Karanganyar, Baru Cari Alat Padamkan Api, Mendadak Kobaran Membesar

Salah satu karyawan, Roni Utut Hestianto mengatakan sebelum kejadian, ia bersama keenam karyawan lainnya sedang memotong pipa.

Penulis: Septiana Ayu Lestari | Editor: Hanang Yuwono
Dok : Damkar Karanganyar
Petugas Damkar Karanganyar memadamkan api yang membakar bagian pendinginan air Pabrik Gula Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar, Sabtu (11/5/2024). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Api yang cepat membesar, membuat beberapa karyawan Pabrik Gula (PG) Tasikmadu di Kabupaten Karanganya, Jawa Tengah, yang sedang melakukan perawatan panik.

Seperti diketahui, PG Tasikmadu terbakar pada Sabtu (11/5/2024) sekira pukul 09.00 WIB.

Salah satu karyawan, Roni Utut Hestianto mengatakan sebelum kejadian, ia bersama keenam karyawan lainnya sedang memotong pipa.

Baca juga: Rumah Warga di Polokarto Sukoharjo Kebakaran, Penghuni Merasa Kepanasan saat Tidur

Pipa tersebut dipotong, untuk selanjutnya akan dikirim ke pabrik gula lain.

Setelah memotong salah satu pipa, Roni kemudian memotong pipa yang lain di sebelah timur.

"Saya memotong di sebelahnya, sudah sampai terpotong, baru sedikit, kok lihat ada asap mengepul, teman yang lain melihat muncul api," katanya kepada TribunSolo.com, Sabtu (11/5/2024).

Melihat ada api, para karyawan langsung mencari alat untuk memadamkan api, karena kebetulan dibawahnya terdapat penampungan air.

Baca juga: Awal Kebakaran Rumah Warga Tak Jauh dari Stasiun Purwosari: Lupa Lagi Masak, Tinggalkan Kompor Nyala

Namun, belum sampai menemukan alat atau wadahnya, api sudah terlanjur membesar.

Sehingga, para karyawan pun tak kuasa memadamkan api secara manual, hingga akhirnya memanggil petugas Pemadam Kebakaran

"Baru nyari alat untuk ambil air, sudah langsung membesar apinya, ya sudah tidak mampu memadamkan api, akhirnya pada lari semua," terangnya.

Ia menyebut api cepat membesar karena dibawahnya terdapat tumpukan plastik dan kayu kering.

"Yang terbakar itu kayu bekas, fiber bekas, sama gedek, gedek itu semacam saringan, jadi air masuk didinginkan melalui itu, bentuknya bersaf-saf, bahannya pakai plastik, jadi mudah terbakar," pungkasnya.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved