Klaten Bersinar
Bupati Klaten Sri Mulyani Beri Tips Ampuh untuk Calhaj Agar Tetap Prima saat Haji, Waspada Dehidrasi
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ibnu Dwi Tamtomo
TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Bupati Klaten Sri Mulyani bagikan tips tetap sehat dan bugar selama menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji.
Sempat menjalani umroh hingga haji, membuat Bupati Klaten Sri Mulyani memiliki pengalaman tersendiri untuk menjaga tubuh agar terus prima.
Baca juga: Pesan Bupati Sri Mulyani ke JCH Kloter 96 asal Klaten Jateng, Jaga Kesehatan Agar Ibadah Maksimal
Pasalnya, ibadah haji merupakan sebuah rangkaian ibadah yang dilakukan dalam waktu panjang, ditambah lagi jamaah calon haji (calhaj) yang berangkat ke tanah suci didominasi jemaah dengan usia yang tak lagi muda, sehingga butuh perlakuan fisik yang berbeda-beda.
Dari data yang berhasil di himpun TribunSolo.com, suhu rata-rata di Arab Saudi berkisar 27°C hingga 43°C. Sementara di Indonesia suhu rata-rata hanya berkisar 21°C hingga 28°C.
Dengan perbedaan suhu yang mencolok, secara otomatis membutuhkan daya tahan tubuh yang baik.
Kesehatan pun menjadi kebutuhan yang wajib dipenuhi oleh setiap jamaah calhaj, Bupati Klaten Sri Mulyani membagikan tips penting dan murah yang bisa dilakukan oleh setiap jemaah calhaj saat di tanah suci.
"Jangan lupa juga untuk minum air zam-zam atau air putih yang cukup, jangan sampai dehidrasi,” jelasnya Sri Mulyani.
Bupati menjelaskan jika resep tersebut untuk menunjang ibadah di tanah suci.
Ia tak menginginkan, jika sejumlah rukun dan sunnah haji melayang begitu saja karena jamaah sakit.
"Haji atau umroh adalah dambaan semua kaum muslim. Sehingga perlu jaga kesehatan dengan banyak minum air zamzam, karena disana air zamzam sangat melimpah, apalagi disana gratis," terangnya.
"Selain itu atur pola istirahatnya," pungkasnya.
Pentingnya asupan air putih untuk jamaah calhaj juga menjadi perhatian khusus Kementrian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI).
Seperti yang dikutip dari laman situs resmi yakni kemenag.go.id, jika cuaca di Saudi sangat panas dan kering. Sehingga, jemaah sering tidak berkeringat saat beraktivitas, kadang juga jarang buang air kecil.
Kondisi ini perlu mendapat perhatian jemaah. Di tengah cuaca yang panas dan kering, jemaah perlu memperbanyak minum agar terhindar dehidrasi.
Baca juga: Keren! Klaten Dapat Penghargaan Kawasan Tanpa Rokok dari Kemenkes, Diterima Bupati Sri Mulyani
Kepala Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKIH) Daker Madinah, Karmijono menjelaskan, jemaah haji harus mempertimbangkan kondisi di Arab Saudi yang berbeda dengan kondisi di Indonesia.
"Banyak jemaah haji yang tidak sadar sudah mengalami dehidrasi saat beraktivitas di Saudi," ungkapnya, Minggu (12/5/2024) di KKHI Madinah.
Dia mencontohkan jemaah haji sering merasa jarang buang air kecil. Kondisi itu bisa jadi karena dehidrasi.
"Itu tanda-tanda dehidrasi. Seharusnya, jemaah haji buang air kecil minimal setiap jam. Hal ini sebagai tanda tubuh terhidrasi dengan baik," kata Karmijono.
Bahkan kata Karmijono, semakin sering kencing lebih bagus.
"Mending sering ke toilet daripada sering ke rumah sakit," katanya mengingatkan.
Karmijono mengimbau jemaah haji banyak mengkonsumsi air putih, meski tidak merasa haus.
Karmijono menganjurkan jemaah minum air zamzam yang tidak dingin agar bisa langsung diterima dengan baik suhu tubuh.
Selama di Arab Saudi, kata Karmijono, jemaah haji juga jarang berkeringat. Sebab, dengan cuaca panas dan terik, keringat yang dihasilkan langsung menguap.
Karmijono berharap jemaah haji lansia dan memiliki penyakit bawaan, tak memaksakan diri untuk beribadah sunah agar tidak lelah. Hal ini semata demi menjaga kesehatan jemaah menuju rangkaian puncak haji.
"Tidak ada petugas yang melarang jemaah untuk beribadah tetapi agar jemaah itu juga menyadari kemampuannya sendiri," kata Karmijono.
"Kalau memang sudah lelah, jangan dipaksa, tetap istirahat," tutupnya.
(*/adv)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Bupati-Klaten-Sri-Mulyani-bagikan-tips-menjaga-kesehatan-saat-Haji.jpg)