Klaten Bersinar

Ini 5 Jurus Bupati Klaten Jateng Sri Mulyani untuk Tekan Stunting, Ada Intervensi Terintegrasi

Istimewa
Bupati Klaten Sri Mulyani di Rapat Kerja Daerah (Rakerda) dan Rembug Stunting Klaten Tahun 2024 yang di gelar di Pendopo Pemkab Klaten, Kamis (13/6/2024). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ibnu Dwi Tamtomo

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Komitmen Bupati Klaten Sri Mulyani dalam menurunkan angka stunting di Kabupaten Klaten ditunjukkan dengan penandatanganan hasil kesepakatan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) dan Rembug Stunting Klaten Tahun 2024 yang di gelar di Pendopo Pemkab Klaten, Kamis (13/6/2024).

Pertemuan tersebut sekaligus mempertegas komitmen Bupati Klaten dan seluruh peserta untuk bekerja sama dalam menurunkan angka stunting di Kabupaten Klaten.

Bupati menekankan, bahwa percepatan penurunan stunting menjadi fokus utama Pemkab Klaten saat ini. Fokus tersebut juga selaras dengan salah satu prioritas nasional yakni menurunkan angka stunting, sehingga harus diwujudkan bersama.

Oleh karena itu, sinergitas dan kerjasama dari semua pihak menjadi kunci untuk mencapai tujuan tersebut.

Kesepakatan tersebut dituangkan dalam 5 poin. Berikut lima poin yang menjadi hasil hasil kesepakatan Rakerda dan Rembug Stunting Klaten Tahun 2024:

1. Berkomitmen dalam pencegahan dan penanggulangan stunting di Kabupaten Klaten termasuk intervensi serentak pencegahan stunting.
2. Untuk menurunkan stunting di Kabupaten Klaten dengan melakukan kegiatan intervensi terintegrasi.
3. Secara berkala dan berkelanjutan melaksanakan sosialisasi, monitoring dan evaluasi dalam penurunan stunting di Kabupaten Klaten.
4. Meningkatkan peran desa/kelurahan dalam melakukan konvergensi percepatan pencegahan stunting di desa kelurahan.
5. Menyepakati rencana program/kegiatan dalam percepatan
penurunan stunting yang dilaksanakan pada tahun 2024.

"Saya minta, rembug stunting ini ini bukan sekedar seremonial belaka tapi bagaimana action tindak lanjutnya untuk menurunkan angka stunting di Kabupaten Klaten menjadi 10 persen seperti target saya," jelasnya.

Baca juga: Upaya Bupati Sri Mulyani Turunkan Angka Stunting di Klaten, Teken Hasil Kesepakatan Rembug Stunting

"Karena anak-anak ini harus kita berikan perhatian asupan gizi yang baik sehingga tumbuh kembang anak-anak ini sehat, berkualitas sehingga menjadi generasi yang hebat untuk Klaten dan Indonesia," imbuhnya.

Sebagaimana diketahui, stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang yang berdampak pada perkembangan fisik dan kognitif anak.

"Kasihan anak-anak kalau kondisinya stunting mereka mau bergaul, tentunya membuat mereka tidak percaya diri karena badannya tidak normal seperti yang lainnya," terangnya.

"Jadi mari kita upayakan agar anak-anak sehat. Bagaimana mereka akan menjadi generasi emas, generasi penerus untuk Klaten dan Indonesia Raya. Semua di tangan kita bersama, ditangan masyarakat dan di tangan kedua orang tua," ajaknya.

"Semangat ya bapak ibu, terima kasih itu dari saya," tegasnya.

Menurutnya dengan kerjasama lintas sektor, diharapkan upaya penurunan stunting dapat berjalan efektif dan menghasilkan generasi yang sehat dan berkualitas. (*)