SiMakmur

Selamat! Abista dan Nada Jadi Duta Genre Sukoharjo Jateng, Bupati Etik Ingatkan Soal Pernikahan Dini

Istimewa
Penyerahan gelar Duta Genre Kabupaten Sukoharjo, kepada Abista Bintang dan Nada Madya Asmara oleh Bupati Sukoharjo. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Anang Ma'ruf

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Ajang pencarian gelar Duta Genre Kabupaten Sukoharjo telah selesai pada Sabtu (3/8/2024).

Nama Abista Bintang dan Nada Madya Asmara dinobatkan sebagai Duta Genre Sukoharjo 2024.

Sehingga menyisihkan 18 peserta finalis dalam grand final tersebut.

Grand Final Apresiasi Pemilihan Duta GenRe (Generasi Berencana) berlangsung meriah di Gedung Menara Wijaya Kabupaten Sukoharjo.

Itu menjadi ajang unjuk bakat dan kecerdasan para pemuda-pemudi Kabupaten Sukoharjo.

Sebelum pemilihan, Sebanyak 20 finalis adu wawasan dan pengetahuan terkait kesehatan reproduksi, pencegahan narkoba, seks bebas hingga HIV/AIDS.

Mereka diwajibkan menjawab pertanyaan dari tiga dewan juri yang berasal dari praktisi model, akademisi dan Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A).

Dalam tahap itu, dari 20 finalis yang bersaing, hanya enam finalis yang berhak maju ke babak tiga besar.

Enam finalis itu terdiri atas tiga finalis putra dan tiga finalis putri.

Mereka kembali diuji menjawab pertanyaan seputar kesehatan reproduksi, pencegahan narkoba, seks bebas hingga HIV/AIDS.

Selesai tanya jawab, dewan juri lantas mengumumkan perolehan nilai masing-masing finalis yang melaju ke babak tiga besar.

Dari itu, nilai Abista Bintang dan Nada Madya Asmara memeroleh nilai tertinggi dibanding finalis lainnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Sukoharjo Etik Suryani mengatakan Duta GenRe merupakan sebuah ajang yang diperuntukkan bagi remaja sebagai wadah kompetisi yang bergengsi untuk mewujudkan prestasi sekaligus prestise.

"Duta GenRe harus bisa menjadi pelopor, motivator dan promotor bagi remaja yang lain, sehingga remaja di Kabupaten Sukoharjo bisa menjadi remaja berkualitas, melaksanakan kewajibannya bersekolah setinggi mungkin untuk meraih cita-cita," ungkap Etik.

Selain itu, dalam kesempatan tersebut Etik juga berpesan kebada generasi muda untuk tidak menikah di usia muda.

"Hindari seks pra nikah dan jauhi napza (narkotika, alkohol, psikotropika dan zat adiktif lainnya), karena semua itu akan berdampak buruk bagi masa depan remaja," katanya.

Menurut Etik, remaja saat ini akan menjadi bagian dari Generasi Emas Indonesia, yaitu generasi yang pada tahun 2045, akan berusia antara 35 sampai 45 Tahun.

Generasi Emas disemai melalui pembangunan karakter dan pembangunan keluarga melalui Program Bangga Kencana.

Baca juga: Turun Langsung Kirim Air Bersih ke Warga Kamal Sukoharjo Jateng, Bupati Etik Janji Buat Sumur Dalam

"Bangga Kencana merupakan Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana. Oleh karena itu membina generasi remaja adalah INVESTASI yang luar biasa, untuk pembangunan bangsa dan negara," papar Etik.

Melalui Program Generasi Berencana (GenRe), remaja dibina dan diarahkan untuk mampu menjalani masa transisi yang dirasa cukup rawan.

Sementara itu, untuk remaja yang aktif dalam kelompok pusat informasi dan konseling remaja, Pemerintah Kabupaten Sukoharjo akan memberi apresiasi melalui kegiatan Pemilihan Duta GenRe.

"Harapan saya terhadap duta genre bisa menjadi corong pemerintah dalam membina generasi remaja menjadi generasi berkualitas," lanjutnya.

Terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala (DPPKBP3A) Sukoharjo Sumini mengaku ajang pemilihan Duta Genre merupakan agenda tahunan.

Para Duta Genre diharapkan menjadi agen perubahan untuk menyebarkan pesan positif kepada kalangan remaja.

Pesan positif itu berisi narasi penyiapan kehidupan berkeluarga dan kesehatan reproduksi.

Gaya hidup kalangan remaja penuh dinamika dan aktif.

“Harapannya para remaja tidak terseret ke perilaku negatif. Mereka adalah generasi muda dan bibit calon masa depan menuju Indonesia Emas,” tandasnya. (*/Adv)