Bencana Alam di Boyolali
BPBD Boyolali Imbau Masyarakat Antisipasi Bencana Hidrometeorologi, Minta Pangkas Ranting Pohon
Kepala pelaksana harian (Kalakhar) BPBD Boyolali, Suratno meminta semua pihak mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi.
Penulis: Tri Widodo | Editor: Putradi Pamungkas
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo
TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Bencana alam tak bisa diprediksi kapan datangnya.
Untuk itu, Camat, Kepala desa dan masyarakat diminta mewaspadai potensi bencana alam hidrometeorologi.
Kepala pelaksana harian (Kalakhar) BPBD Boyolali, Suratno meminta semua pihak mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi.
Terutama di wilayah Boyolali Timur dan Utara yang memiliki riwayat dilalui angin puting beliung.
Pihaknya meminta Camat Nogosari, Sambi, Andong, Klego melakukan monitoring pohon-pohon yang rentan tumbang.
"Apabila pohon itu dipinggir jalan kabupaten kami harap langsung dikoordinasikan dengan Dinas Lingkungan hidup Boyolali," katanya.
Baca juga: Tingkatkan Kesiapsiagaan Siswa, Yayasan Meira Visi Persada dan BPBD Gelar Simulasi Bencana
Sedangkan kades juga diminta memonitoring pohon-pohon yang ada di pinggir jalan desa dan pohon yang ada di sekitar rumah warga.
"Kepada masyarakat untuk dapat melihat lingkungan sekitar rumah juga. Jika ada pohon yang membahayakan bisa dilakukan pemangkasan ranting untuk mengurangi beban saat diterpa angin," katanya.
Terutama pohon-pohon tinggi yang tak memiliki akar tunggang dan pohon yang rentan patah.
"Kami imbau masyarakat agar bisa melakukan antisipasi dini terhadap bencana hidrometeorologi ini," pungkasnya.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Ilustrasi-bencana-hidrometeorologi.jpg)