Misteri Makam Tua di Boyolali
Mitos di Batas Kota Boyolali, Hindari Hajatan pada Hari Pahing Atau Bakal Celaka
Makam Kaman Hindu yang ada di batas kota Boyolali tak hanya menyimpan kisah misteri. Ada mitos yang masih dipertahankan.
Penulis: Tri Widodo | Editor: Putradi Pamungkas
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo
TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Makam Kaman Hindu yang ada di batas kota Boyolali tak hanya menyimpan kisah misteri.
Warga di sekitar makam tua itu juga ada mitos yang masih dipertahankan hingga saat ini.
Iya, warga Kampung Bakungan, Ngrancah dan Susiloharjo, Kelurahan Siswodipuran, Kecamatan Boyolali punya hari pantangan gelar hajatan.
Supriadi menyebut, jika warga di sekitar Kaman Hindu ini masih memegang pantangan dalam menggelar hajatan.
Yakni, hari pahing (Hari jawa).
"Kalau hari pahing, orang sini (Bakungan dan Susilohoarjo) ga berani hajatan di hari pahing," katanya.
Baca juga: Bak Film Horor, Ada Cerita Mistis di Makam Boyolali Ini, "Penghuninya" Panggil Tukang Sate
Bahkan, untuk acara tujuh bulanan kehamilan warga, jika hari pahing pun dihindari.
"Kalau tujuh bulannya pas hari pahing, ya diundur atau dimajukan agar tidak pas hari pahing itu," ujarnya.
Dia mengaku tidak mengetahui secara pasti asal muasal larangan hari pahing ini.
Termasuk sanksi yang akan diterima jika tetap nekat melanggar pantangan tersebut.
"Ya ga tau. yang jelas ga boleh (hari pahing) gitu aja," tambahnya.
Selain pantangan hajatan di hari pahing, warga juga dilarang membakar ketela pohon.
"Iya kalau orang dulu kan senennya pohong (ketela pohon) dibakar. Tapi di sini ga ada yang berani. Dan sampai sekarang masih ga ada yang berani bakar juga," pungkasnya.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Makam-di-Batas-Kota-Boyolali-Senin-2122024-2.jpg)