Musik

Cerita Manggung Pertama Kali NDX AKA, Dibayar Rp 75 Ribu tapi di Acara Senam

Musisi yang berasal dari Bantul Yogyakarta ini mengungkap kisah awal mula mendapatkan undangan manggungnya.

GRID.ID
NDX AKA 

TRIBUNSOLO.COM - Ada kisah unik di balik perjalanan karier duo dangdut hiphop NDX AKA.

Musisi yang berasal dari Bantul Yogyakarta ini mengungkap kisah awal mula mendapatkan undangan manggungnya.

Baca juga: Kisah di Balik Lagu Kimcil Kepolen Milik NDX AKA, Ternyata Dapat Inspirasi saat Bangun Makam Nenek

Dilansir dari TribunJogja, NDX AKA aktif di dunia musik tanah air sejak 11 September 2011.

Diketahui NDX AKA beranggotakan Yonanda Frisna Damara dan Fajar.

Panggung pertama musisi duo ini pun tak banyak, mereka masih ingat betul dibayar Rp 75 ribu dari sebuah stasiun televisi.

"Itu uang paling besarnya Rp 5 ribuan lainnya Rp 2 ribu dan Rp 1 ribu, itu di acara senam" ujar keduanya sambil berseloroh.

Perjalanan panjang pun dilalui NDX AKA dalam karier musiknya, mereka mengungkap pertama kali manggung pada 2014 dengan tarif panggung Rp 75 ribu hingga kini sudah mencapai jutaan rupiah.

Dua musisi yang kompak mengidolakan Endank Soekamti ini mengungkap alasan memberikan nama penggemarnya NDX AKA Familia, hal ini tak lepas dari nama penggemar Endank Soekamti yaitu Kamtis Family.

Ketenaran keduanya pun kini tak bisa diragukan lagi, sejumlah acara musik besar di Indonesia mulai dari Synchronize Fest hingga Pesta Pora pernah mereka ramaikan.

Baca juga: Chord Kunci Gitar dan Lirik Lagu Kelingan Mantan - NDX AKA : Kanthi Ikhlas Tekan Mati

Setiap konser yang dilakukan musisi asal Yogyakarta ini hampir selalu ramai dengan penonton.

Lagu-lagu NDX A.K.A seperti 'TTM (Tewas Tertimbun Masa lalu)', 'Sayang', 'Salah Kekancan', 'Kimcil Kepolen', 'Bojoku Di Gondol Bojone', 'dan lainnya terus terdengar dari pelosok hingga di hotel-hotel mewah perkotaan, tidak hanya itu, jadwal panggung mereka semakin padat.

Kini NDX a.k.a telah memiliki banyak fans sebagai Fans (Familia) dan tak ketinggalan para haters.

Yonanda menceritakan jika dirinya dan Fajar dulunya merupakan seorang kuli bangunan.

"Untuk membuat lagu kami mengumpulkan uang setiap hari Sabtu setelah bayaran (dibayar mingguan)," ujarnya.

Ia mengungkap pemilihan lagu NDX AKA sebagian besar dari kisah sudut pandang yang relate dengan kehidupan mereka.

Keduanya mengungkap, penyebab lagunya begitu diterima masyarakat karena bisa mewakili orang kecil dan pinggiran dalam menjalani kehidupan.

 

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved