Laka Bus Rosalia Indah di Tol Boyolali

Masuk Long Weekend, 2 Kecelakaan Bus Terjadi di Tol Boyolali, Diduga Faktor Human Eror

Kecelakaan bus terjadi 2 kali sejak kemarin selama masa libur panjang atau long weekend di Tol Solo-Semarang wilayah Kabupaten Boyolali

Tribun Solo / Istimewa
Bus Rosalia Indah alami kecelakaan di jalan Tol Semarang - Solo di KM 484, Desa Brajan, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali pada Minggu (26/1/2025). 

Laporan TribunSolo.com, Zharfan Muhana

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Kecelakaan bus terjadi 2 kali sejak kemarin selama masa libur panjang atau long weekend di Tol Solo-Semarang wilayah Kabupaten Boyolali, Minggu (26/1/2025).

"Melihat dari kejadian (kecelakaan bus) ini sudah yang kedua sepanjang long weekend ini, kemarin juga kejadian juga," ujar Kapolres Boyolali, AKBP Rosyid Hartanto usai meninjau lokasi kecelakaan.

Kapolres menegaskan, perlunya kehati-hatian bagi para pengemudi.

Kecelakaan Beruntun di Tol Boyolali, Diduga Bus Rem Blong
Kecelakaan Beruntun di Tol Boyolali, Diduga Bus Rem Blong (TRIBUNSOLO.COM/Tri Widodo)

"Dari sini kita bisa lihat bahwa kehati-hatian pengemudi ini sangat penting saat ini," tegasnya.

"Jadi kita perlukan kewaspadaan bersama, bahwa pengemudi jangan mengemudikan kendaraan terlalu cepat dan tidak hati-hati," imbuhnya.

Hari ini sendiri, sebuah bus PO. Rosalia Indah terguling. Setelah terlibat kecelakaan dengan menyenggol kendaraan minibus di ruas KM 484 wilayah Desa Brajan, Kecamatan Mojosongo.

Bus Rosalia Indah alami kecelakaan hingga ambruk menutup sebagian ruas jalan Tol Semarang arah Solo di KM 484, Desa Brajan, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali pada Minggu (26/1/2025).
Bus Rosalia Indah alami kecelakaan hingga ambruk menutup sebagian ruas jalan Tol Semarang arah Solo di KM 484, Desa Brajan, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali pada Minggu (26/1/2025). (Tribun Solo / Istimewa)

Kapolres juga sekilas memaparkan kejadian kecelakaan bus sebelumnya, yang terjadi karena ada perlambatan dan perbaikan jalan. 

Yang karena pengemudi kurang konsentrasi saat berkendara, dalam kondisi kencang hendak mengerem mengenai kendaraan depannya.

"Dari beberapa kejadian, kita lihat bukan disebabkan oleh kondisi kendaraan," paparnya.

Baca juga: 3 Fakta Bus Rosalia Indah Terguling di Tol Semarang-Solo Boyolali, Terjadi Kemacetan Hingga 2 KM

"Namun, karena lebih kepada human error," tambahnya.

Sementara itu, Kanit Gakkum Satlantas Polres Boyolali, Iptu Budi Purnomo menambahkan himbauan agar pengemudi yang melintasi jalan tol dapat mengikuti rambu-rambu lalulintas yang ada.

"Perhatikan rambu-rambu yang ada. Disitu sudah ada rambu patokan kecepatan, yaitu minimal 60 Km maksimal 80 Km," ucap Budi.

"Sehingga bila sudah menepati peraturan ini, apabila terjadi lakalantas. Ini fatalitas nya berkurang," pungkasnya.

(*)

 

 

 

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved