Musik

Kapolri Buka Suara soal Lagu 'Bayar Bayar Bayar' yang Bikin Sukatani Minta Maaf : Ada Miskomunikasi

Lagu itu sempat jadi sorotan karena menggambarkan hal apapun harus membayar polisi.

Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
Tribunnews.com/Abdi Ryanda Shakti
JUMPA PERS KAPOLRI - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan keterangan terkait pembentukan desk Pekerja Migran Indonesia (PMI) Ilegal dan TPPO di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (9/1/2025). Kapolri baru-baru ini buka suara soal lagu 'Bayar Bayar Bayar' Sukatani yang viral. (Tribunnews.com/Abdi Ryanda Shakti) 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo buka suara soal ramai band punk Sukatani meminta maaf kepada dirinya terkait lagu berjudul "Bayar, Bayar, Bayar".

Lagu itu sempat jadi sorotan karena menggambarkan hal apapun harus membayar polisi.

Mengenai isi lirik lagu Sukatani tersebut,  Listyo Sigit mengaku tidak masalah

"Tidak ada masalah," ujar Kapolri kepada Kompas.com, Jumat (21/2/2025).

Baca juga: Kementerian PKP Undang Dewa 19 di Tengah Efisiensi Anggaran, Ahmad Dhani Tegaskan Tampil Gratis

Listyo Sigit mengakui ada miskomunikasi terkait hal-hal yang berujung pada penghapusan lagu "Bayar, Bayar, Bayar" dan permintaan maaf Sukatani kepada dirinya.

SUKATANI MINTA MAAF - Grup band Sukatani meminta maaf soal lagu Bayar Bayar Bayar yang dianggap rendahkan institusi Polri, Kamis (20/2/2025). Sukatani adalah grup band punk dari Purbalingga, Jawa Tengah. (INSTAGRAM/sukatani.band)
SUKATANI MINTA MAAF - Grup band Sukatani meminta maaf soal lagu Bayar Bayar Bayar yang dianggap rendahkan institusi Polri, Kamis (20/2/2025). Sukatani adalah grup band punk dari Purbalingga, Jawa Tengah. (INSTAGRAM/sukatani.band) (INSTAGRAM/sukatani.band)

Namun, Kapolri tidak menjawab saat ditanya perihal miskomunikasi apa yang terjadi. 

Dirinya hanya menjawab jika permasalah itu kini sedang diluruskan.

"Mungkin ada miss, namun sudah diluruskan," kata Listyo Sigit.

Baca juga: Tinjau GT Prambanan di Klaten, Kapolri Minta Antisipasi Potensi Peningkatan Black Spot saat Nataru

Diberitakan sebelumnya, grup band Sukatani asal Purbalingga, Jawa Tengah, baru-baru ini menjadi pusat perhatian setelah mengeluarkan permintaan maaf kepada Institusi Polri.

Personel Sukatani meminta maaf atas lagu "Bayar Bayar Bayar" yang sempat viral dengan lirik kontroversial menyebutkan "bayar polisi".

Sukatani dalam pernyataannya mengungkapkan bahwa lagu tersebut diciptakan sebagai kritik terhadap oknum kepolisian yang dianggap melanggar aturan.

Dalam sebuah unggahan di Instagram, Muhammad Syifa Al Ufti alias Electroguy, mewakili band menyampaikan permohonan maaf atas lirik kontroversial dalam lagu tersebut.

Baca juga: Sah Jadi Kakek, Sule Beri Pesan untuk Rizky Febian yang Sudah Punya Anak : Minimal Bisa Ganti Popok

"Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada Bapak Kapolri dan institusi Polri atas lagu ciptaan kami yang berjudul ‘Bayar Bayar Bayar’," kata Ufti pada Kamis (20/2/2025).

Bersamaan dengan permintaan maaf itu, band Sukatani juga mengumumkan bahwa mereka telah menarik lagu tersebut dari berbagai platform digital.

Mereka menyebut, lagu yang sempat viral dengan lirik “bayar polisi” tersebut seharusnya merupakan bentuk kritik terhadap oknum kepolisian yang dianggap melanggar peraturan.

“Melalui pernyataan ini, saya telah mencabut dan menarik lagu ‘Bayar Bayar Bayar’, yang memiliki lirik ‘bayar polisi’," ujar Ufti.

(*)

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved