Klaten Bersinar
Safari Ramadan Bupati Klaten Hamenang dan Wabup Benny, Berbagi Sembako hingga Alat Salat
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ibnu Dwi Tamtomo
TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Memanfaatkan momentum baik di bulan Ramadan, Bupati-Wakil Bupati (Wabup) Hamenang Wajar Ismoyo-Benny Indra Ardhianto membagikan sejumlah bingkisan, pada Jumat (7/3/2025).
Selain sembako yang dibagikan secara simbolis kepada penjaga perlintasan palang pintu kereta api (KA), keduanya juga menyerahkan bantuan berupa bibit pohon buah dan alat salat, kepada warga serta masjid di wilayah Desa Boto, Kecamatan Wonosari, Klaten.
Dijelaskan Hamenang, bahwa pemberian bingkisan kepada penjaga perlintasan palang pintu KA sebagai bentuk kepedulian pemerintah atas peran para petugas dalam menjaga keselamatan masyarakat saat melintas di perlintasan KA.
Baca juga: Bupati Hamenang dan Wabup Benny Sidak Perbaikan Jalan di Wonosari Klaten, Persiapan Jelang Mudik!
“Hari ini kami memberikan apresiasi untuk para penjaga palang pintu KA berupa sembako."
"Kegiatan ini kami lakukan sebagai bentuk kepedulian kami kepada rekan-rekan penjaga palang pintu kereta api yang berusaha menjaga keselamatan masyarakat, khususnya di Kabupaten Klaten,” tutur Hamenang.
Selain bentuk kepedulian, kegiatan itu sebagai bagian program sosial yang diadakan Pemerintah Kabupaten Klaten dalam mengisi bulan Ramadan.
Bupati Hamenang berharap, bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat.
“Selain menjadi bentuk kepedulian, kegiatan ini juga merupakan cara kami dalam mengisi kegiatan di bulan Ramadan."
"Semoga ini menjadi penyemangat bagi para penjaga palang pintu KA dalam menjalankan tugas,” pungkas Hamenang.
Baca juga: Bupati Klaten Hamenang dan Wabup Benny Mulai Tarawih Keliling, Beri Santunan untuk Anak Yatim Piatu
Usai menyerahkan paket bingkisan sembako, keduanya bersama rombongan berpindah menuju Masjid Al-Hidayah dan Kantor Desa Boto untuk menyerahkan bantuan alat salat serta bibit pohon.
Kepada TribunSolo.com, salah satu petugas penjaga palang pintu perlintasan sebidang KA di Desa Boto, Kecamatan Wonosari, Klaten Sunaryo (60) mengatakan jika dirinya telah menjaga perlintasan tersebut lebih dari dua tahun, bahkan sebelum perlintasan tersebut dibangun fasilitas palang pintu seperti sekarang ini.
Sunaryo mengatakan dirinya menjaga perlintasan tersebut karena permintaan kepala sekolah.
"Jaga baru 2 tahun, dulu permintaan kepala sekolah SDN Boto 3," ujar Sunaryo.
Ruas jalur yang melintas di perlintasan sebidang ini sendiri menjadi jalur alternatif masyarakat sekitar, ketika ruas jalan arah Stasiun Delanggu ramai.
Baca juga: Hadiri Rapat Paripurna DPRD Klaten, Bupati Hamenang Harapkan Kerjasama untuk Sejahterakan Klaten!
Jalur ini menyambung dari persimpangan Duta Yasa di jalan Solo-Jogja, tembus ke persimpangan Sigayor di Desa Pundungan hingga Simpang Kepoh di Desa Bowan.
Ia mengatakan, bila dulu penjagaan hanya dilakukan saat pagi dan siang hari. Namun, penjagaan selama 24 jam dilakukan hanya pada saat hari besar, seperti lebaran dan natal.
"Kalau minggu (dulu) tidak ada (penjagaan), sekolah libur juga tidak ada," ucapnya.
Kini, sejak Pemkab Klaten membangun pos jaga dan palang pintu otomatis di perlintasan sebidang KA tersebut, penjagaan dilakukan 24 jam penuh.
Dalam sehari, dirinya bersama 5 orang lainnya berjaga secara bergantian, yang mana dalam satu sif terdapat 2 orang petugas jaga.
Dirinya mengaku, keberadaan pintu dan petugas dilokasi tersebut menambah rasa aman dan nyaman.
(*)