Klaten Bersinar

Mantap! Program Serap Panen Lahan Mitra Petani di Klaten Hidupkan Lahan Mati, Panen Jadi Melimpah

TribunSolo.com/Zharfan Muhana
PANEN. Perum Bulog Cabang Surakarta di Desa Kwarasan, Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten, Selasa (11/3/2025). Ini terkait program serap panen lahan budidaya mitra tani. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Zharfan Muhana

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Perum Bulog Cabang Surakarta mengadakan program serap panen lahan budidaya mitra tani di Desa Kwarasan, Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten, Selasa (11/3/2025).

Simbolis pemanenan dilakukan langsung oleh Wakil Pemimpin Bulog Cabang Surakarta, Dicki Yusfarino, Camat Juwiring, Danramil Juwiring, Kepala Desa, serta kelompok tani.

Dicki menjelaskan mengenai program yang menggandeng mitra petani, yang juga menjadi bagian dari Bulog.

"Jadi proses kerja dari Mitra tani adalah pendampingan, pendampingan untuk budi daya pertanian terutama buat sawah atau padi," ujar Dicki kepada wartawan.

Pihak Bulog, saat ini mengandeng kerjasama dengan PT. Agri Sparta.

Dimana mereka menjadi sebagai avalis (pihak ketiga) yang juga mendampingi para petani.

Baca juga: Alhamdulillah, Bupati Hamenang Bakal Beri Solusi untuk Para Eks Pekerja Sritex Asal Klaten!

"Nah, hari ini kita melakukan panen dari hasil lahan yang tidak aktif. Yang selama ini sudah kurang lebih 2 sampai 3 tahun tidak aktif," jelasnya.

Panen dilakukan, juga untuk melihat produksivitas hasil dari lahan tersebut.

"Alhamdulillah yang bisa kita saksikan hari ini bahwa lahan yang selama ini 2-3 tahun itu lahan tidak aktif, hari ini bisa panen dengan maksimal. Dan kami Bulog tentu sebagai offtaker dari pemerintah, kami melakukan penyerapan," paparnya.

Dicki menyebut mulai dari hulu ke hilir simbolis berkesinambungan.

Mulai dari pendampingan mitra petani Bulog di hilir, pihaknya langsung membeli atau menyerap untuk menjadi stok cadangan pangan nasional.

Pihak Bulog membelinya, dengan harga HPP Rp 6.500 per kilogram untuk gabah kering panen. 

Pimpinan program Mitra Tani, Sulistianta Akhirudin menjelaskan bila varietas padi yang ditanam merupakan Gamagora yang didapat dari hasil riset UGM.

Pihaknya menggandeng Gapoktan Sri Mulya di Desa Kwarasan, hal ini merupakan kerjasama sinergis dimana pihaknya melakukan penyertaan modal budidaya untuk saprodi dan kegiatan budidaya.

"Pengembaliannya seperti apa? Nah, pengembaliannya itu dari hasil panen dalam bentuk gabah yang kita serap via Bulog," jelasnya.

Luasan lahan yang dikerjasamakan di Kabupaten Klaten, dipaparkan ada 60 hektar lahan pertanian. Yang berlokasi di 3 Kecamatan yakni Wonosari, Juwiring, dan Karangdowo. (*)