Kuliner di Solo
Kuliner Khas Solo Es Dawet Telasih Bu Dermi, Sudah Ada Sejak Pasar Gede Solo Didirikan Tahun 1930
Isi es dawet telasih ini cukup beragam, ada ketan hitam, jenang sumsum, tape ketan, biji telasih, gula cair, santan, dan es batu.
Penulis: Tribun Network | Editor: Rifatun Nadhiroh
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Es Dawet Telasih Bu Dermi merupakan salah satu kuliner legendaris yang sudah ada sejak tahun 1930-an dan hingga kini masih eksis di Pasar Gede Hardjonagoro, Surakarta.
Isi es dawet telasih ini cukup beragam, ada ketan hitam, jenang sumsum, tape ketan, biji telasih, gula cair, santan, dan es batu.
saha Es Dawet Telasih Bu Dermi dimulai sejak tahun 1930-an, saat Pasar Gede didirikan.

Makanan ini telah diwariskan dari generasi ke generasi dan saat ini dikelola oleh Ruth Tulus Subekti, generasi ketiga penerus usaha keluarga tersebut. Ketika ditemui pada Jumat (21/7/2023), Ruth, yang akrab disapa Uti, mengenang perjalanan panjang usaha keluarga mereka.
“Kami berjualan sudah dari lama mas, dari tahun 1930-an kira-kira sejak Pasar Gede juga didirikan,” ujar Uti dengan bangga.
Es dawet telasih Bu Dermi semakin populer di Pasar Gede, dengan rata-rata penjualan mencapai 250 porsi per hari.
Baca juga: Kulineran di Pasar Gede Tidak Melulu Es Dawet, 5 Kuliner Ini Bisa Dicari di Pasar Gede Solo Jateng
Keunikan dan kualitas rasa yang khas membuat es dawet ini menjadi favorit banyak orang, termasuk Presiden Joko Widodo yang menjadikannya sebagai salah satu hidangan favoritnya ketika beliau menjabat sebagai Wali Kota Surakarta.
Bagi para penggemar kuliner, menikmati semangkuk es dawet telasih Bu Dermi dibanderol Rp 15 ribu.
Es Dawet Telasih Bu Dermi bukan hanya sekadar minuman segar, tetapi juga bagian dari sejarah kuliner Surakarta yang patut dilestarikan dan dinikmati oleh generasi sekarang.
Keberlanjutan usaha ini menjadi bukti bahwa tradisi kuliner yang enak dan autentik dapat terus berkembang meskipun sudah berusia puluhan tahun.
Baca juga: Mengenal Sosok Hardjonagoro yang Digunakan Jadi Nama Pasar Gede Solo
(*)
Mengenal Opak Angin Camilan Tradisional Khas Solo yang Sudah Mulai Langka |
![]() |
---|
Kuliner Steak Mewah di Solo: Praktisi Kuliner Ungkap Cara Nikmati Steak Daging Tanpa Takut Boncos |
![]() |
---|
Asal Usul Warmindo/Burjo, Tempat Makan 24 Jam yang Selalu Ramai di Kawasan Kampus UMS dan UNS Solo |
![]() |
---|
5 Rekomendasi Kuliner Enak di Kawasan Manahan Solo, Ada Penyetan yang Ramai Pengunjung |
![]() |
---|
8 Rekomendasi Tempat Makan Nyaman dan Enak di Kota Solo, Nomer 5 Paling Terkenal |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.