Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Wisata di Boyolali

7 Rekomendasi Wisata Religi di Boyolali Jateng : Ada Replika Masjid Nabawi hingga Wisata Tapak Noto

Boyolali yang diapit oleh Gunung Merbabu dan Gunung Merapi ini memang punya beberapa destinasi wisata religi yang kesakralannya masih dipertahankan.

Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
TribunSolo.com/Tri Widodo
WISATA RELIGI BOYOLALI - Ratusan jemaah calon haji Boyolali melaksanakan manasik haji di Wisata Edukasi Religi Boyolali Qolbu, Rabu (1/5/2024). Berikut rekomendasi wisata di Boyolali bertema religi, dari Islam, Katolik, hingga napak tilas kerajaan. 

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, dikenal dengan destinasi wisata alamnya yang memanjakan mata.

Namun di Boyolali juga ada banyak wisata religi untuk Tribuners napak tilas era kerajaan dan penjajahan Belanda.

Boyolali yang diapit oleh Gunung Merbabu dan Gunung Merapi ini memang punya beberapa destinasi wisata religi yang kesakralannya masih dipertahankan sampai kini.

Baca juga: 5 Rekomendasi Wisata Malam di Klaten Jateng, Bisa Hunting Foto Candi atau Nikmati Taman Lampion

Berikut rekomendasi wisata religi di Boyolali untuk dicoba saat liburan:

1. Makam Kyai Ageng Kebo Kenongo

Makam ini menjadi tempat yang sakral bagi masyarakat sekitar dan kerap digunakan untuk bertapa atau melakukan petilasan.

Banyak pengunjung yang menginap di area makam demi mencari ketenangan batin.

2. Makam Ki Ageng Sentono

Sebagai murid dari Sunan Bonang, Ki Ageng Sentono memiliki peran penting dalam penyebaran agama Islam di wilayah Dukuh Bontro.

Makamnya kini menjadi tempat ziarah yang tak hanya menyuguhkan nilai sejarah, tapi juga ketenangan spiritual bagi siapa saja yang datang.

  • Lokasi: Karang Pilang, Kecamatan Sambi
  • Jam buka: 24 jam
  • Biaya: Gratis

Untuk mencapainya, kamu bisa melewati rute Semarang - Surakarta dan belok ke Jalan Permata.

Baca juga: 4 Rekomendasi Wisata di Wonogiri Jateng yang Tawarkan Sensasi ala Danau, Spot Instagramable

3. Petilasan Kebo Kanigoro

Tempat ini sangat cocok untuk kamu yang ingin mengenal lebih dalam budaya Jawa dan praktik spiritual yang masih dilestarikan hingga kini.

Di sini sering diadakan upacara adat dan pertunjukan pada malam 1 Suro.

  •  Lokasi: Dusun Pojok, Samiran, Kecamatan Selo
  • Jam buka: 24 jam
  • Biaya: Gratis

Akses jalan sudah ditandai dengan petunjuk arah dari Desa Samiran.

4. Wisata Edukasi Religi Boyolali

REPLIKA MASJID NABAWI - Wisatawan menikmati suasana replika Masjid Nabawi di Kompleks Wisata Edukasi Religi Boyolali, Senin (1/1/2024).
REPLIKA MASJID NABAWI - Wisatawan menikmati suasana replika Masjid Nabawi di Kompleks Wisata Edukasi Religi Boyolali, Senin (1/1/2024). (KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA)

Destinasi wisata terbaru yang dibuka tahun 2023 ini menawarkan suasana Timur Tengah di tengah Jawa.

Di sini, pengunjung bisa melihat replika bangunan khas Arab Saudi, termasuk miniatur Ka’bah.

  •  Lokasi: Dekat pusat kota Boyolali
  •  Jam buka: Selasa–Minggu, pukul 08.00–16.00
  • Biaya: Rp20.000 (dewasa), Rp10.000 (anak-anak)

Aksesnya mudah, cukup ikuti Jalan Prof Soeharso, belok kiri di simpang RS PKU Aisyiyah Singkil.

Baca juga: 6 Rekomendasi Wisata Sejarah di Solo Jawa Tengah, Napak Tilas Era Penjajahan Belanda

5. Masjid Cipto Mulyo

Didirikan sekitar tahun 1905, masjid ini mencerminkan perpaduan nilai Islam dan budaya lokal Jawa. Uniknya, nama masjid ini tidak menggunakan bahasa Arab, menandakan kearifan lokal yang tetap hidup.

  •  Lokasi: Dukuh Ireng, Bendan, Banyudono
  •  Jam buka: 24 jam
  • Biaya: Gratis

Dapat dijangkau dari Jalan Boyolali - Semarang, masuk ke jalan Pengging - Banyudono, lalu belok ke Bendan II.

6. Gua Maria Mawar Musuk

Untuk umat Katolik, Gua Maria Mawar Musuk menjadi tempat yang menenangkan, dikelilingi kebun mawar dan perbukitan yang asri.

Cocok untuk berdoa, kontemplasi, maupun sekadar menikmati keheningan alam.

  •  Lokasi: Dusun Munggur, Kembangsari, Musuk
  • Jam buka: 24 jam
  • Biaya: Gratis

Akses menuju gua bisa ditempuh lewat jalan Magelang - Boyolali, kemudian ke Jalan Ismoyo dan Musuk Raya.

7. Wisata Tapak Noto

JEJAK KAKI RAJA SOLO : Situs tapak Noto di Desa Sumbung, Kecamatan Cepogo, difoto Kamis (13/2/2025). Situs yang diyakini bekas telapak kaki Susuhunan Pakubuwana X itu nampak tak terawat.
JEJAK KAKI RAJA SOLO : Situs tapak Noto di Desa Sumbung, Kecamatan Cepogo, difoto Kamis (13/2/2025). Situs yang diyakini bekas telapak kaki Susuhunan Pakubuwana X itu nampak tak terawat. (TribunSolo.com/Tri Widodo)

Petilasan Tapak Noto menyuguhkan ritual adat Jawa yang masih lestari, lengkap dengan tarian tradisional sebagai bentuk penghormatan dan perawatan terhadap situs bersejarah ini.

  • Lokasi: Cepogo, Dusun II, Sumbung
  • Jam buka: 24 jam
  • Biaya: Gratis

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved