Ijazah Jokowi Digugat

Daripada Mengurusi Ijazah Orang, Jokowi Sebut Lebih Baik Memikirkan Cara Menghadapi Persoalan Global

Daripada meributkan Ijazah Palsu, Jokowi mengajak masyarakat memikirkan persoalan dan tantangan global negara ini.

|

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Joko Widodo (Jokowi) angkat bicara terkait tuduhan penggunaan ijazah palsu yang kembali mencuat, sekaligus menanggapi tudingan kriminalisasi terhadap Roy Suryo dan sejumlah pihak lainnya.

Jokowi mengaku tuduhan ijazah palsu tersebut sangat merendahkan dirinya sebagai pribadi.

"Ini kan bukan obyek penelitian. Ini sudah menghina saya sehina-hinanya. Sudah menuduh ijazah itu palsu, sudah merendahkan saya serendah-rendahnya," ujar Jokowi saat ditemui di kediamannya, Senin (5/5/2025).

Terkait pelaporan Roy Suryo Cs ke Polda Metro Jaya pada Rabu (30/4/2025), Jokowi menegaskan bahwa kasus tersebut telah diserahkan sepenuhnya kepada proses hukum.

“Nanti bisa dibuktikan lewat proses hukum. Kita lihat proses di pengadilan seperti apa. Ini akan menjadi pembelajaran bagi kita semua,” ucapnya.

Baca juga: Tudingan Ijazah Palsu, Jokowi Ungkap Perasaannya: Sudah Merendahkan Saya Serendah-rendahnya

Sebelumnya, mantan Ketua KPK Abraham Samad menuding bahwa pelaporan terhadap Roy Suryo dan kawan-kawan merupakan bentuk kriminalisasi.

Namun Jokowi menolak anggapan tersebut, dan meminta agar fokus pada hal yang lebih besar.

Menurutnya, saat ini Indonesia dihadapkan pada tantangan global yang jauh lebih penting untuk dipikirkan bersama ketimbang mempermasalahkan hal-hal yang tidak produktif.

"Menurut saya, hari ini dalam tantangan global yang sangat berat, yang diperlukan negara kita adalah kekompakan. Saling berangkulan, menjaga kesatuan dan persatuan, terutama di kalangan elite dan seluruh masyarakat," tegasnya.

Jokowi menilai, menghadapi gejolak ekonomi dan ketidakpastian global tidak bisa dilakukan jika energi bangsa justru dihabiskan untuk mengurus isu-isu yang tak membangun.

"Daripada sibuk mengurusi ijazah orang, lebih baik kita bergandengan tangan menghadapi persoalan besar bangsa ini. Karena tantangan yang kita hadapi bukan hal yang mudah," pungkasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved